LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Keraguan di balik penetapan Jessica jadi tersangka pembunuh Mirna

"Masih kuat menduga ini salah sasaran," ujar Reza.

2016-01-31 08:24:00
Jakarta
Advertisement

Teka-teki siapa pelaku pembunuhan Wayan Mirna Salihin seolah terjawab setelah salah satu saksi yang juga kerabat dekatnya Jessica Kumala Wongso digelandang ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (30/1) pagi tadi. Jessica ditetapkan sebagai tersangka usai polisi mendapatkan hasil gelar perkara dengan kejaksaan pada Jumat (29/1) sekitar pukul 23.00 WIB.

Meski upaya membuat tersangka seseorang dalam pembunuhan Mirna berdasarkan prosedurnya yaitu mengolah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi hingga menggelar perkara, hal ini tak membuat beberapa pihak yakin dengan keputusan polisi. Keraguan ini dikarenakan penetapan tersangka terhadap Mirna dianggap tidak berdasarkan bukti yang kuat.

Mantan Hakim, Asep Iwan Iriawan menyebutkan dalam kasus pembunuhan Mirna, polisi tidak bisa membuktikan siapa yang menaruh sianida di kopi Vietnam milik Mirna. Dengan ini, Asep meminta polisi untuk berhati-hati dalam mengungkap kasus ini lantaran yang ditersangkakan tidak mutlak bersalah.

"Kita melihat proses pembunuhan, dalam pidana, yang dibuktikan adalah perbuatannya, menghilangkan atau merampas nyawa orang lain. faktanya ada, orang meninggal karena sianida, tapi yang dicari siapa yang taruh," kata Asep dalam diskusi bertajuk 'Mencari Sang Pembunuh' di Jakarta, Sabtu (30/1).

Senada dengan Asep, Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menyatakan, sampai saat ini dirinya tidak yakin orang yang membunuh Mirna adalah Jessica. Bahkan dia menyebutkan diperkirakan polisi salah dalam mengambil kesimpulan kasus ini.

"Saya tidak yakin si pelaku Jessica, saya tidak yakin bahwa ini pembunuhan korban yang sesungguhnya, saya masih kuat menduga ini salah sasaran," ujar Reza.

Kendati demikian, dia menghormati proses hukum yang berjalan di Polda Metro Jaya. Hanya saja, ditegaskan dia jika seseorang yang menyandang status tersangka tidak serta merta akan bernasib sebagai narapidana.

"Bahwa J ditetapkan sebagai tersangka itu sah-sah saja, itu sebuah episode dalam sebuah proses hukum. Tetapi seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka tidak serta merta akan bernasib sebagai narapidana," pungkasnya.

Reza mengungkapkan, alasan kuat jika Jessica yang diciduk di Hotel Neo Mangga Dua Square pagi tadi tidak terlibat dalam pembunuhan Mirna karena tidak semua orang bisa mendapatkan racun sianida. Ada beberapa syarat dan ketentuan untuk mendapatkan racun yang mematikan itu. Jessica dinilai tak mungkin mendapatkan sianida yang bisa membunuh 25 jiwa tersebut.

"Alat kejahatannya sianida, bukan barang yang bisa dibeli di swalayan. Barang itu hanya bisa dibeli saluran khusus, lewat online, karena si pembeli harus masukan data diri, verifikasi, kenapa ingin beli zat itu, lalu takarannya berapa," ujar dia.

Baca juga:
Polisi anggap pengungkapan kasus pembunuhan Mirna perang intelektual
Anggap polisi berlebihan, tetangga tak yakin Jessica bunuh Mirna
Anak jadi tersangka, ibu Jessica stress pilih ngungsi dari rumahnya
Babak baru kasus Mirna, Jessica tersangka dan dijebloskan ke bui
Pernyataan Jessica ini berbeda dengan keterangan saksi dan polisi

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.