Keputusan kelanjutan pencarian korban Lion Air akan ditentukan besok
Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu.
Tim gabungan Basarnas, TNI-Polri dan KNKT serta pihak terkait sudah hampir dua pekan melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610. Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu.
Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan keputusan untuk dilanjutkan atau tidak pencarian korban akan ditentukan besok, Rabu (7/11).
"Besok kita akan analisa dan evaluasi. Kita akan melihat ke lapangan bagaimana perkembangan situasi. Besok Kabasarnas bersama tim akan memantau lewat udara maupun laut baik di Tanjung Pakis maupun di TKP tengah laut. Itu akan ada keputusan besok," kata Nugroho di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/11/2018) malam.
Besok, kata dia, tim gabungan tetap melakukan pencarian korban sambil menunggu keputusan tersebut. Menurut dia, pencarian akan diperluas.
"Kegiatan pencarian tetap kita lanjutkan. Pagi sampe sore yang di atas permukaan air di Tanjung Pakis melebar ke kanan ke kiri kurang lebih 15-20km. Kami sudah menyebar sebanyak 6 tim. 1 timnya itu 12 orang ke kanan dan ke kiri," ujar dia.
"Untuk besok konsentrasi radius 250 meter di dasar. Konsentrasi di situ kita masih konsentrasi pada korban jiwa. Begitu juga yang di pantai. Mudah2an masih bisa diketemukan khususnya korban jiwa," tambah dia.
Baca juga:
17 Korban Lion Air jatuh kembali teridentifikasi, total jadi 44
Firasat keluarga AKBP Mito: Dapat ayam potong, baju dinas ditinggal & minta disuapi
KNKT bersihkan barang pribadi korban Lion Air jatuh untuk diserahkan ke keluarga
KNKT temukan perbedaan indikator airspeed pilot & copilot PK-LQP
CVR tak kunjung ditemukan, KNKT kesulitan usut penyebab kecelakaan Lion Air
Semangat Kabasarnas di tengah pengharapan keluarga korban Lion Air jatuh