LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kepsek: Siswa kurang greget hadapi UN, karena tak tentukan kelulusan

Tak ada kewajiban siswa untuk mengulang jika tak bisa mendapatkan nilai sesuai standar yang ditentukan pemerintah.

2015-04-13 08:26:00
Ujian Nasional
Advertisement

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Bhakti Idhata, Jakarta, Radix Gunawan mengatakan, motivasi siswa menurun atau siswa kurang 'greget' dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015. Menurut dia, hal ini terjadi karena hasil UN tidak lagi menentukan kelulusan siswa.

"Tahun ini kurang 'greget' karena tidak lagi menentukan kelulusan," ujar Radix usai inspeksi mendadak bersama Mendikbud Anies Baswedan di Jakarta, Senin (13/4) dikutip dari Antara.

Jumlah siswa yang ikut UN di SMK Bhakti Idhata sebanyak 137 siswa dari jurusan multimedia, teknik komputer jaringan dan rekayasa komputer.

"Kami tetap memberi motivasi agar siswa tetap semangat dalam mengikuti UN, meskipun tidak lagi menentukan kelulusan," jelas dia.

Sekolah juga melaksanakan zikir bersama agar UN berjalan lancar.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN 2015 tidak lagi menentukan kelulusan namun digunakan untuk pemetaan dan pertimbangan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Pada UN 2015, juga diselenggarakan UN berbasis komputer di 585 SMA/SMK serta SMP di Tanah Air.

Kemdikbud menetapkan nilai standar 5,5. Namun jika siswa tidak memenuhi nilai standar, maka tidak ada kewajiban mengulang.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, akan melihat dan akan mengevaluasi pelaksanaan UN 2015.

"Dalam pelaksanaan UN yang paling ditekankan kejujuran baru prestasi. Sekolah juga harus menjaga integritasnya," kata Anies.

Sekolah akan menerima dua laporan yakni kinerja siswa dan integritas sekolah. Mendikbud meminta sekolah tidak mengorbankan siswa dengan melakukan kecurangan.

"Sekolah harus jaga integritas. Kasihan siswa, kalau sekolah melakukan kecurangan. PTN menerima laporan mengenai indeks integritas itu," kata Anies.

UN berbasis kertas tingkat SMA/SMK dilangsungkan pada 13 April hingga 15 April.

Sementara untuk UN berbasis komputer tingkat SMK dilangsungkan pada 13 April - 16 April dan SMA pada 20 April dan 21 April.

Baca juga:
Begal selesaikan 50 soal UN bahasa Indonesia 30 menit di tahanan
Polri jamin Ujian Nasional berbasis komputer berjalan aman
UN online, SMK di Papua malah mati lampu
Pastikan UN lancar, Kapolda Jatim & Risma sidak ke sejumlah sekolah
Pengawas tidak ada, Josua batal ikuti UN di lapas Tanjung Gusta
Dari guru sampai murid di SMKN 46 keluhkan sistem UN online
Komputer terbatas, siswa SMKN 46 Jakarta gantian kerjakan soal UN

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.