LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kepolosan anak Serda Sugiyanto bikin tangis keluarga pecah di makam

"Papa bobo di sana ma, trus kapan bisa ketemu lagi," ujar Irvan Raditya, anak sulung Serda Sugiyanto.

2015-07-02 13:14:44
Korban Tragedi Hercules
Advertisement

Isak tangis menyelimuti Taman Makam Bahagia di Komplek Makam Pahlawan Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (2/7) siang. Di lokasi ini, dimakamkan prajurit Elit Pasukan Khas TNI AU, Serda Sugiyanto yang menjadi korban kecelakaan Pesawat Hercules C-130 di Medan.

Duka mendalam menyeruak ketika iring-ringan jenazah tiba di pemakaman. Ratusan personel TNI AU dan pihak keluarga, sudah menunggu.

Salvo (tembakan penghormatan) pun turut menghantar prajurit Batalyon Komando Paskhas 462 Pulanggeni masuk ke liang lahat.



"Papa bobok di sana ma, trus kapan bisa ketemu lagi," ujar Irvan Raditya, anak sulung Serda Sugiyanto, yang sontak membuat keluarga tak bisa membendung tangisnya.

Ucapan ini keluar polos saat Irvan secara dekat menyaksikan prosesi pemakaman papa nya tepat di tepi liang kubur.

Usai pelaksanaan apel Persada dan almarhum sudah dikuburkan, pihak keluarga melakukan prosesi tabur bunga. Di sini Irvan yang masih berumur lima tahun kembali melontarkan kata-kata polosnya.



"Papa ke surga, tidur. Ma ayok kita berdoa biar papa tidur enak," kata Irvan sebelum memulai doanya.

Dengan suara halus dan terputus-putus, Irvan melantunkan doa, dibantu Rahmi Maulia sambil menahan tangis. Melihat itu, semua keluarga langsung menengadahkan tangan turut mengaminkan doa sang anak.

Menurut Rahmi, Irvan ingin menjadi anggota TNI seperi ayahnya. "Irvan cerita, dia kepengen jadi tentara seperti papa nya. Dia tahu papa nya sudah meninggal," sebutnya.

"Dia juga sempat bertanya kapan bisa bertemu papa lagi. Irvan ini kan masih lima tahun, apa yang diucapkannya tergantung perasaan hati. Yang jelas mama nya sangat tabah memberikan pemahaman," sambungnya.

Almarhum Serda Sugiyanto, meninggal dalam jabatan terakhirnya sebagai Danru I, Bakpan Tonpan II Kipan A Batalyon Komando 462 Paskhas Pekanbaru. Pria yang dilahirkan di Ngawi 3 November 1977 ini tewas bersama sembilan prajurit lainnya, yang ikut terbang dengan Hercules nomor registrasi A-1310

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.