LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai bantah anak buah peras turis China

Mereka berdalih hanya ada prosedur yang dilanggar dan bukan pemerasan.

2015-09-17 21:31:00
Pemerasan Imigrasi
Advertisement

Kepala Kantor Imigrasi kelas 1 Khusus Ngurah Rai, Yosep H A Renung Widodo membantah kedua anak buahnya yang bertugas di Bandara melakukan pemerasan sebesar 200 Renminbi (Nilai Mata Uang Yuan China) terhadap salah seorang warga Negara Asing berkewarganegaraan China.

"Saat ini dua orang anggota kami sedang melakukan pemeriksaan di kantor polisi dan petugas kami tidak ada ada yang melakukan pemerasan terhadap turis asal Tiongkok," ungkapnya dalam gelar pers, Kamis (17/09).

Zhang Tao dan 5 turis lainnya tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai pada Sabtu 12 September sekitar pukul 01.00 Wita bersamaan dengan ratusan penumpang lainnya menggunakan pesawat China Southern datang ke konter imigrasi dan langsung dilayani oleh petugas dan dilakukan wawancara.

Namun, di tengah proses wawancara tersebut, muncul kecurigaan petugas terhadap Zhang Tao lantaran gerak geriknya mencurigakan. Zhang Tao mengaku menginap di salah satu hotel di wilayah Kuta. Namun, ketika dicoba mengonfirmasi nama tersebut ternyata tidak.

Banyaknya pertanyaan yang diajukan petugas membuat Zhang Tao tersudut kemudian mengeluarkan uang 100 RMB dan langsung memberikan kepada petugas namun ditolaknya. Mengira uangnya ditolak Zhang Tao malah mengeluarkan kembali uang sebesar 100 RMB yang bermaksud untuk dilancarkan dalam pemeriksaan imigrasi.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, sehingga keduanya melapor kepada supervisor yang saat itu bertugas untuk meminta izin mengikuti ke turis tersebut, karena tidak ada petugas Inteligent Imigrasi yang berada di belakang area konter.

Supervisor hanya memberikan respon yang tidak jelas dan berkata, "Awas, hati-hati, berbahaya," katanya. Seharusnya seorang supervisor hanya boleh mengatakan ya atau tidak. Di luar dari itu merupakan wewenang Kepala Unit dan Kepala Bidang setelah menerima keputusan dari Kepala Kantor.

Hal inilah yang dinilai Renung telah menyalahi aturan yang telah melampaui batas. Seharusnya ketika merasa curiga terhadap turis yang datang harusnya dibawa ke kantor untuk dilakukan pendalaman bukan diselesaikan sendiri.

"Seharusnya ketika merasa curiga terhadap turis yang datang harusnya dibawa ke kantor untuk dilakukan pendalaman. Ini adalah kewenangan yang melampaui batas," ungkapnya.

Renung juga sangat menyayangkan sikap anggota yang menutupi kejadian ini sampai akhirnya kasus ini terungkap setelah menerima laporan bahwa ada 6 orang turis China yang merasa di peras oleh petugas imigrasi.

Sebelumnya, 6 orang turis asal China melapor ke Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai atas pemerasan yang dilakukan petugas imigrasi saat dirinya menjalani pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Ngurah Rai. Selain pemerasan, turis asal China bernama Zhang Tao juga melaporkan tindak perampasan Iphone. Bahkan dari rekaman CCTV dikatakan pihak Polsek KP3 Udara terlihat jelas aksi pemerasan yang dilakukan kedua oknum petugas Imigrasi ini.

Baca juga:
Petugas imigrasi peras WNA, Dirjen Ronny Sompie datangi Ngurah Rai
Aksi petugas imigrasi Ngurah Rai peras WN China terekam CCTV
Kapolda Bali janji usut kasus pemerasan turis asing di Bali
Cerita turis diperas hingga dilecehkan petugas Imigrasi Ngurah Rai
Ini modus-modus petugas Imigrasi peras penumpang pesawat
Kasihan, ke Indonesia bule-bule ini ditipu dan dicopet

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.