LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kepala BNPB akan pusatkan pengungsian jika Gunung Agung erupsi

BNPB mempertimbangkan evakuasi bila saat erupsi dibarengi hujan lebat. Sebab dimungkinkan banjir lahar dingin dan tentu berdampak pada wilayah di luar radius zona 12 kilometer.

2017-10-07 01:32:00
Erupsi Gunung Agung
Advertisement

Seiring dengan diperpanjangnya waktu penanganan darurat pengungsi, pihak BNPB telah menyiapkan berbagai cara untuk mengamankan pengungsi bila Gunung Agung erupsi. Kepala BNPB Willem Rampangilei menuturkan, ada berbagai skenario mengalihkan pengungsi terdekat dan jauh dari Gunung Agung bila terjadi erupsi. Pihaknya mengutamakan pengungsi yang terdekat dari Gunung Agung, untuk dievakuasi terlebih dulu.

Dia juga sudah mempertimbangkan evakuasi bila saat erupsi dibarengi hujan lebat. Sebab dimungkinkan banjir lahar dingin dan tentu berdampak pada wilayah di luar radius zona 12 kilometer.

"Kalau erupsi terjadi disertai hujan lebat. Itu akan memunculkan banjir lahar dingin yang bisa jadi akan berdampak pada kota Amlapura," jelas Willem di Posko Komando Tanggap Darurat Gunung Agung, di Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis, Karangasem Bali, Jumat (6/10).

Advertisement

Bila itu terjadi, pengungsi akan dibawa ke lokasi yang lebih jauh dan dirasa aman. Untuk itu akan ada rencana untuk pemusatan lokasi pengungsi.

"Untuk pemusatan lokasi pengungsi nantinya saat erupsi tiba masih sedang dalam proses. Kita masih mengumpulkan data yang akurat terkait jumlah pasti pengungsi yang ada," jelasnya.

Untuk mitigasi bencana, BNPB mengaku mengalami kendala. Sebab, masih ada warga yang berada di zona berbahaya radius 12 kilometer, tidak mau mengungsi dengan alasan memiliki ternak yang harus diurus. Saat ini masih ada sekitar 10.000 ekor ternak warga yang belum dievakuasi dari zona berbahaya. Otomatis, warga pemilik ternak juga enggan mengungsi.

Advertisement

Untuk itu, Bupati Karangasem dikabarkan sudah menyiapkan lahan seluas 300 hektar. Lahan tersebut cukup untuk menampung ternak dan warga yang mengungsi.

Sementara itu Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani mengatakan, dari pengamatan enam jam terakhir ini yakni sejak pukul 06.00 Wita hingga 12.00 Wita, sudah terjadi 239 kali gempa vulkanik. Kegempaan tersebut dijelaskannya diantaranya Vulkanik Dangkal 69 kali, Vulkanik Dalam 148 kali, Tektonik Lokal 22 kali, dan gempa Tektonik Jauh 1 kali.

"Jika terjadi letusan, kemungkinan besar akan diawali dengan letusan kecil namun juga memungkinkan untuk diikuti oleh letusan yang lebih besar. Besarnya letusan tidak bisa ditentukan dengan pasti," singkat Kasbani.

Baca juga:
Meski Gunung Agung awas, upacara Ngusaba di Pura Besakih tetap digelar
Takut pulang ke desa, warga gelar tiga bulanan anak di pengungsian
Siaga darurat bencana Gunung Agung diperpanjang hingga 16 Oktober
Gubernur Bali sebut berita negatif Gunung Agung pengaruhi sektor pariwisata
Dampak aktivitas Gunung Agung, banyak proyek di Bali mangkrak

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.