LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kepala BNN ingin bandar narkoba ditembak mati seperti di Filipina

"Jika kebijakan seperti itu diterapkan maka kami yakin, bandar dan pengguna narkoba menurun drastis."

2016-09-04 19:29:00
Kasus Narkoba
Advertisement

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menginginkan kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte diterapkan di Indonesia dalam memberantas bandar-bandar narkoba. Duterte dikenal tegas dengan beberapa kali menembak mati para bandar.

"Jika kebijakan seperti itu diterapkan maka kami yakin, bandar dan pengguna narkoba di negeri tercinta ini akan menurun drastis," katanya saat di Sukabumi, Minggu (4/9). Demikian dilansir dari Antara.

Menurutnya, tindakan tegas seperti itu harus dilakukan, jika tidak pemberantasan narkoba akan sulit dilakukan. Walaupun Presiden Joko Widodo secara tegas tidak pernah memberikan maaf (grasi) kepada para bandar narkoba yang terpidana hukuman mati, ia menilai kurang cukup, karena masih banyak celah hukum yang bisa dimanfaatkan oleh bandar.

Selain itu, langkah Duterte yang menjadikan para bandar narkoba seperti hidup dalam neraka adalah hal yang tepat, karena akibat ulah bandar tersebut bisa merusak generasi penerus bangsa.

Maka dari itu, Indonesia yang sudah dinyatakan darurat narkoba seluruh pihak harus menyatakan perang kepada narkoba khususnya bandarnya. Jika perlu jangan beri peluang sedikitpun si bandar narkoba bisa menghirup udara yang nyaman.

"Jika kebijakan tersebut diterapkan, saya yang paling depan untuk memberantas para bandar narkoba yang sudah merusak generasi bangsa," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan akibat peredaran barang haram tersebut 40-50 orang di Indonesia meninggal dunia karena penyalahgunaan narkoba.

Sehingga, lebih baik seluruh bandar tidak diberi ampun, daripada generasi penerus bangsa ini rusak. Untuk mereka yang benar-benar hanya kecanduan akan diberikan rehabilitasi.

"Saat ini kita sedang perang dengan narkoba, karena bangsa lain yang ingin merebut Indonesia ini tidak lagi harus mengangkat senjata tetapi hanya dengan mengedarkan barang haram tersebut.

Baca juga:
Ini senjata canggih BNN, bisa tembak mati bandar dari jarak 1,6 Km
Budi Waseso: Satu nyawa bandar narkoba sangat tidak berarti!
Karang Taruna dianggap garda terdepan buat lawan narkoba
Budi Waseso ingin Jokowi seperti Duterte tembak mati bandar narkoba

Advertisement

Tak kalah menarik:
Selain nutrisi, perhatikan 6 hal ini saat akan makan buah
Apakah pria juga bisa mengalami menstruasi?
Kamu sering makan di atas jam 7 malam? Ini dampaknya untuk kesehatan
Mahanakhon, gedung dengan arsitektur unik tertinggi di Thailand
Seteguk asskicker, 80 kali lebih nampol daripada kopi biasa

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.