Kepala BIN klaim sudah mengetahui keberadaan Santoso
"Mudah-mudahan enggak lama kita dapat dia," kata Sutiyoso.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyebut ruang gerak kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah, semakin menyempit. Sutiyoso optimis Santoso cs bakal ditangkap dalam waktu dekat.
"Sekarang saya kira ruang geraknya Santoso makin sempit. Mudah-mudahan enggak lama kita dapat dia," kata Sutiyoso di Jakarta, Sabtu (2/4).
Sutiyoso juga mengklaim tempat persembunyian dari kelompok teroris yang dikenal licin itu pun sudah diketahui. "Santoso dan kelompoknya masih ada di Poso, kita juga sudah tahu posisinya mereka itu," ujar dia.
Menurut Sutiyoso, tak memungkiri pihaknya bakal menangkap Santoso cs dengan cara keras. Mengingat ideologi Santoso kuat dan kemungkinan menolak melakukan mediasi dengan pemerintah.
"Untuk opsi penggunaan mediasi atau Soft Power tergantung dia sebenarnya. Jika dia mau ya kita terima. Jika tidak ya secara keras. Kemungkinannya malah pakai cara keras karena peristiwa Santoso adalah masalah ideologi sehingga berbeda dengan kasus penyanderaan di Filipina," terangnya.
Dari informasi yang dihimpun menyangkut perkembangan Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah yang akan berlangsung selama 60 hari terhitung sejak 10 Januari 2016, diperkirakan jumlah anggota Santoso kurang dari 30 orang. Jumlah itu terhitung setelah baku tembak antara pasukan gabungan TNI dan Polri dengan kelompok Santoso, 10 dari mereka tewas dan tiga ditangkap.
Baca juga:
Operasi Tinombala tunggu Santoso keluar dari tempat persembunyian
Panglima TNI: Kelompok Santoso sudah terjepit dan terkurung
Nyawa manusia tak berharga di mata Santoso
Mahar nyawa perkawinan teroris Santoso
Santoso dari Jantho jadi gembong teroris di Poso