Kepala BIN: Keterlibatan perwira A didalami
"Di TNI, aturan penegakan hukum berjalan baik. Kalau terbukti melakukan pelanggaran ada sanksi," ujar Ka BIN Marciano.
Informasi yang disampaikan oleh Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Waris tentang adanya seorang perwira TNI yang diduga membekingi aksi kekerasan yang dilakukan oleh TNI sedang diteliti Polisi Militer (PM). Menurut Kepala BIN Marciano Norman, PM sedang mendalami informasi tersebut.
"Itu sudah didalami oleh PM. Informasi dari Pangdam sudah didalami oleh PM," ujar Marciano Norman kepada wartawan di istana negara, Jumat (20/4).
Menurut Marciano, TNI tidak akan menutup nutupi bila ada anggotanya yang bertindak melanggar aturan. Termasuk bila yang melakukan seorang perwira tinggi.
"Saya rasa di TNI itu, aturan penegakan hukum berjalan sangat baik. Apalagi di pengadilan terbukti melakukan pelanggaran, akan menerima sanksi sesuai dengan aturan hukum," imbuhnya.
Maraknya aksi kekerasan yang dilakukan geng motor berpita kuning ternyata juga sampai ke telinga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY pun langsung memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab dan Pangdam Jaya, Mayor Jenderal TNI Waris.
Saat dipanggil SBY, Waris sempat curhat mengenai keterlibatan empat personel TNI AD dalam aksi pengeroyokan geng motor. Saat itu Waris mengaku ada senior TNI berinisial A yang mendukung aksi tersebut.
"Senior yang mana?" tanya Presiden SBY kepada Waris. "Saya jawab lantang si A," ujar Waris kepada wartawan, di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (19/4).(mdk/hhw)