Kenapa orang bisa sangat fanatik dengan bola hingga bikin rusuh?
Menurut Weshley, aparat keamanan harus memberikan tindakan tegas terhadap suporter sepakbola yang membuat keributan.
Pertandingan final piala presiden antara Persib melawan Sriwijaya FC telah menjadi perhatian publik. Hal ini karena musuh bebuyutan Persija main di Stadio Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Minggu (18/10) lalu.
Suporter sepakbola Persija, The Jak Mania merasa tak adil fans Persib Bobotoh dikawal oleh aparat Kepolisan dan TNI dalam perjalanan menuju Jakarta. Padahal saat Persija melawan Persib, The Jak Mania tak merasakan hal serupa saat menuju di Bandung. Hingga The Jak Mania dan Bobotoh terjadi keributan saat final piala presiden kemarin.
Pengamat sepakbola Weshley Hutagalung mengatakan suporter sepakbola yang fanatik terhadap klubnya hingga sampai menimbulkan kerusuhan itu belum memahami dunia sepakbola. Padahal mereka harus bisa menikmati pertandingan sepakbola.
"Di Inggris suporter yang bermasalah bisa dilarang masuk stadion seumur hidup dan kena hukuman sosial masyarakat," kata pria akrab disapa bung Weshley ini.
Menurut Weshley, aparat keamanan harus memberikan tindakan tegas terhadap suporter sepakbola yang membuat keributan di luar mau pun di dalam stadion, agar mereka tak mengulangi perbuatannya.
"Kepastian keamanan di setiap kota itu sepenuhnya milik petugas. Selama ada kepastian hukum, siapa yang berani berbuat onar," tegas dia.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, mantan Menpora Roy Suryo menilai wajar jika suporter sepakbola terlalu fanatik terhadap klub sampai timbul kerusuhan. Sebab, suporter sepakbola di mana pun pasti akan melakukan hal tersebut.
"Tapi soal JakMania (atau "oknum"-nya) yang Rusuh, sebenarnya banyak faktor. Pertama adalah janji palsu Jokowi dan Ahok yang mau memberi pengganti stadion baru di Jakarta yang sekarang malah makin hilang," kata Roy Suryo.
"Dulu mereka sudah kehilangan Stadion Menteng, kini Lebak Bulus. Sementara Stadion BMW yang dijanji-janjikan hanya bohong besar belaka, jadi saya bisa memaklumi bagaimana kekecewaan mereka terhadap Jokowi (saat masih jadi Gubernur DKI) apalagi Ahok yang sekarang ini," imbuh dia.
(mdk/hhw)