Kemunculan Ular Kobra Bikin Panik Pegawai Toko Obat Pak Oles di Jember
Ruko bernama Toko Pak Oles tersebut bergerak di bidang jual beli obat tradisional khas Bali. Kemunculan ular itu sontak menimbulkan kepanikan pegawai toko.
Ular kembali masuk ke permukiman warga. Kali ini sebuah ular diduga jenis kobra terlihat muncul dan masuk ke dalam sebuah toko di kompleks Ruko Jalan Kalimantan, kawasan kampus Universitas Jember (Unej), Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.
Ruko bernama Toko Pak Oles tersebut bergerak di bidang jual beli obat tradisional khas Bali. Kemunculan ular itu sontak menimbulkan kepanikan pegawai toko.
"Sekitar pukul 10 pagi, saya kaget dan langsung teriak, karena ularnya masuk di dalam toko. Di tengah pintu dalam," ujar Linda, salah satu pegawai kantor yang pertama kali melihat ular.
Linda semakin panik karena hewan melata tersebut hanya berjarak kurang dari satu meter dari seorang temannya yang sedang tertidur pulas di lantai. "Saya takut sekali, karena di toko itu hanya ada dua orang, saya sama temen saya yang lagi sakit. Sama-sama perempuannya, jadi takut," ujar Linda.
Menurut dia, ukuran ular tersebut cukup besar. "Lebarnya seukuran stang (kemudi) motor. Lumayan panjang, sekitar seukuran sapu," lanjut Linda.
Ular Diduga Berasal dari Kebun Kosong
Linda mengaku bingung darimana sumber ular tersebut. Namun, sebelah belakang toko tersebut merupakan kebun kosong, sedangkan bagian depan toko merupakan jalan raya.
"Ini kejadian kedua. Bulan lalu juga, ada ular masuk sini, tapi malam hari dan tidak sebesar sekarang," ujar Linda.
Dia pun langsung menghubungi seorang rekannya untuk meminta tolong kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang memang hanya berjarak beberapa ratus meter. Beberapa menit kemudian, petugas damkar tiba dan melihat lokasi persembunyian ular.
Usai diteriaki oleh perempuan karyawan toko tersebut, ular yang diduga jenis kobra tersebut langsung lari masuk ke dalam toko.
"Operasi penangkapan memang cukup sulit, karena ular bersembunyi di pinggir tembok. Persisnya di bawah tangga, di depan toilet. Selain menggunakan kayu, kita juga di bantu lampu senter sebagai penerang tambahan," papar Bambang Mulyono, salah satu petugas Damkar Jember yang terlibat evakuasi ular.
Para petugas Damkar memakai peralatan seadanya untuk menangkap ular. Antara lain seperti sarung tangan, sepatu boot, pipa, karung goni, senter dan kardus.
"Kita sebenarnya tidak punya keahlian khusus untuk menangkap ular, karena kita tugas khususnya memadamkan api. Tapi kita berusaha saja. Peralatannya juga seadanya, tidak ada standar khusus," tutur Bambang yang kerap berposisi sebagai sopir truk pemadam kebakaran setiap ada bencana kebakaran.
Meski posisi ular sudah cukup terdesak, namun proses evakuasi tidak langsung berjalan dengan mudah. Penangkapan ular dilakukan secara berhati-hati.
"Evakuasi cukup sulit karena ular ada di pojok tembok, jadi kita harus lebih hati-hati untuk menangkapnya," sambung Bambang
Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk kemudian berhasil menangkap ular. Petugas kemudian memindahkan ular ke dalam karung dan kemudian dimasukkan ke karung.
"Kita masih akan amankan ke tempat yang tidak membahayakan warga. Sepertinya ini ular cobra," papar Bambang.
Peristiwa munculnya ular di permukiman warga memang cukup sering terjadi beberapa waktu terakhir. "Sepanjang musim pancaroba ini sudah beberapa kali ada laporan warga. Mungkin karena pengaruh pancaroba juga," tutur Bambang.
Pantauan merdeka.com, ular tersebut berukuran cukup besar, dengan diameter sekitar 8 sentimeter dan panjang sekitar 1,5 meter.
(mdk/gil)