LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kementerian Pariwisata Manfaatkan Kecerdasan Buatan Pariwisata Lewat MaiA untuk Pengalaman Lebih Personal

Kementerian Pariwisata mengintegrasikan Kecerdasan Buatan Pariwisata melalui platform MaiA untuk menciptakan pengalaman wisata yang personal dan berbasis data, mengubah wajah digital pariwisata Indonesia dan menyasar target pasar lebih efektif.

Sabtu, 06 Jun 2026 20:01:59
kecerdasan buatan pariwisata
Kementerian Pariwisata mengintegrasikan Kecerdasan Buatan Pariwisata melalui platform MaiA untuk menciptakan pengalaman wisata yang personal dan berbasis data, mengubah wajah digital pariwisata Indonesia dan menyasar target pasar lebih efektif. (AntaraNews)
Advertisement

Kementerian Pariwisata RI kini semakin gencar mengadopsi teknologi canggih untuk memajukan sektor pariwisata nasional. Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah fondasi esensial dalam membangun pengalaman wisata yang lebih personal, efisien, dan berbasis data.

Pernyataan tersebut disampaikan Ni Made Ayu dalam sebuah diskusi bersama Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) pada Jumat (5/6). Beliau menekankan bahwa adopsi kecerdasan buatan merupakan keniscayaan dalam industri pariwisata modern.

Dalam upaya ini, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA). MaiA dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata nasional melalui teknologi adaptif, cerdas, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan, sejalan dengan program utama Tourism 5.0 yang mengedepankan digitalisasi.

Transformasi Digital Pariwisata dengan MaiA

Platform MaiA dapat diakses melalui indonesia.travel, menjadi wajah baru transformasi digital pariwisata Indonesia. Ekosistem ini dirancang untuk membantu wisatawan di setiap tahapan perjalanan, mulai dari fase membayangkan (dreaming), merencanakan (planning), memesan (booking), merasakan pengalaman berwisata (experiencing), hingga berbagi pengalaman (sharing).

Advertisement

Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa MaiA bukan hanya alat untuk wisatawan, tetapi juga instrumen penting bagi industri untuk mengumpulkan data perilaku wisatawan. "Ini bukan sekadar ikut-ikutan tren. Ini fondasi dalam membangun pengalaman wisata yang lebih personal, efisien, dan berbasis data," ujarnya.

Sejak diluncurkan pada November 2025, MaiA telah mengumpulkan data signifikan. Dalam tujuh bulan, diketahui sekitar 60 persen pengguna berasal dari pasar domestik dan 40 persen dari mancanegara, dengan dominasi wisatawan dari Tiongkok, Singapura, dan Jerman. Data ini memberikan gambaran yang jauh lebih rinci dibandingkan metode survei konvensional.

Advertisement

Peran Big Data dan Algoritma dalam Pilihan Wisatawan

Perubahan juga terjadi pada cara informasi bekerja di ruang digital, yang sangat mempengaruhi sektor pariwisata. Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media, Apni Jaya Putra, menjelaskan bahwa masyarakat kini hidup dalam ekosistem yang dikendalikan oleh big data dan algoritma.

Setiap aktivitas digital, mulai dari pencarian hingga interaksi media sosial, diproses untuk membentuk profil pengguna. Profil inilah yang kemudian menentukan konten apa yang muncul di layar mereka.

Dalam konteks pariwisata, kondisi ini membuat wisatawan tidak lagi sepenuhnya "memilih", tetapi diarahkan oleh sistem rekomendasi yang dikuasai platform global seperti Google, Meta, dan TikTok. "Mereka menentukan destinasi apa yang terlihat, paket wisata apa yang direkomendasikan, hingga narasi mana yang paling dominan di ruang digital," kata Apni.

Membangun Kepercayaan di Era Informasi Digital

Oleh karena itu, tantangan komunikasi pariwisata saat ini bukan hanya soal menciptakan konten yang menarik. Tantangan sesungguhnya adalah membangun kepercayaan di tengah banjir informasi. Ketika informasi tersedia dalam jumlah nyaris tak terbatas, publik tidak hanya mencari rekomendasi, tetapi juga sumber yang dapat dipercaya.

Di sinilah manusia kembali menjadi faktor penentu. Kecerdasan buatan memang mampu mengumpulkan data, memproses informasi, dan menghasilkan rekomendasi dengan kecepatan yang mustahil dilakukan manusia.

Namun, Apni Jaya Putra menegaskan bahwa yang lebih penting adalah memastikan teknologi digunakan untuk memperkuat kepercayaan publik, bukan menggantikannya. Keseimbangan antara inovasi teknologi dan sentuhan manusia menjadi kunci utama dalam strategi pariwisata ke depan.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Pemkot Madiun Gelar Turnamen E-Sports Piala Wali Kota 2026, Wadahi Talenta Digital Anak Muda
  • PSSI Pantau Talenta Putri HSL 2025/2026, Perkuat Timnas Sepak Bola Indonesia
  • PSSI Pantau Talenta Putri HSL 2025/2026, Perkuat Timnas Sepak Bola Indonesia
  • Kuningan Jadi Pusat Gerdal Hama Padi Jabar, Kementan Puji Penerapan PHT
  • Pemerintah Komitmen Percepat Penetapan Hutan Adat 1,4 Juta Hektare, Atasi Konflik dan Hadirkan Keadilan
  • big data
  • data wisatawan
  • ekosistem pariwisata
  • indonesia travel
  • kecerdasan buatan pariwisata
  • kementerian pariwisata
  • konten ai
  • maia
  • merdekaantara
  • pariwisata digital
  • tourism 5.0
  • transformasi digital
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.