Kemensos terjunkan tim tangani campak dan gizi buruk di Asmat
Kementerian Sosial menurunkan tim untuk membantu penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat, Papua. Sebanyak 63 orang anak meninggal akibat KLB campak disertai gizi buruk dalam empat bulan terakhir.
Kementerian Sosial menurunkan tim untuk membantu penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat, Papua. Sebanyak 63 orang anak meninggal akibat KLB campak disertai gizi buruk dalam empat bulan terakhir.
"Sebelumnya kami sudah mengirim tiga orang, dan hari ini tim Kemensos juga akan berangkat (ke Asmat)," kata Menteri Sosial Idrus Marham dilansir dari Antara, Sabtu (20/1).
Idrus mengatakan, sudah cukup banyak bantuan disalurkan ke Asmat, namun tim diturunkan untuk memastikan seberapa jauh bantuan tersebut sampai dan dimanfaatkan.
Sebelumnya, Kemensos telah mengirimkan bantuan makanan guna mengatasi KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua.
Sebanyak 16.000 paket makanan kaleng senilai Rp725 juta telah dikirim ke Timika, Papua, Minggu (14/1), dan telah didistribusikan secara bertahap sejak Senin (15/01) kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Asmat.
Selain makanan, Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial setempat juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa tiga ton beras, 200 lembar selimut, 200 matras, dua tenda keluarga, dan 50 food ware.
KLB tersebut terjadi pada enam distrik di Kabupaten Asmat. Sejak September 2017 hingga kini, RSUD Asmat dilaporkan merawat ratusan pasien campak. Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan dan 175 orang rawat inap.
Baca juga:
Dokter TNI terjun langsung periksa kesehatan anak-anak Asmat
Beri bantuan, Kapolda Papua jenguk korban campak dan gizi buruk di Asmat
Satgas Terpadu dibentuk tangani wabah campak dan gizi buruk di Asmat
Menkes harus lebih sigap urus kesehatan rakyat
Menkes minta pemda aktif beri perhatikan kasus campak Asmat