Kemensos beri bantuan Rp 1,8 M untuk korban Siklon Cempaka di DIY
Khofifah menambahkan bantuan untuk rumah (korban bencana) rusak berat dari Kementrian Sosial bisa sharing budgeting Rp 25 juta. Namun masih menunggu SK bupati terdampak (bencana).
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi para pengungsi banjir akibat cuaca ekstrem dampak siklon Cempaka di balai Posko Pengungsi Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Kofifah memberikan bantuan sumbangan uang senilaian Rp 1,8 miliar untuk wilayah DIY.
Bantuan senilai Rp 1,8 miliar ini di antaranya untuk santunan korban meninggal dan luka-luka, adapula bantuan alat kebersihan, bantuan untuk membangun fasilitas umum dan bantuan untuk rumah yang rusak. Untuk wilayah Kabupaten Bantul, Kementerian Sosial menggelontorkan anggaran sebesar Rp 348 juta.
"Ada bantuan Rp 15 juta per ahli waris. Kami (berikan) kepada ahli waris yang hadir pada hari ini," ujar Khofifah
Selain korban meninggal, kata Khofifah, sejumlah korban bencana yang aktivitas ekonominya lumpuh juga bisa mendapatkan jaminan hidup (jadup). Jika jadup cair, maka korban banjir akan mendapat bantuan Rp 900 ribu per jiwa.
"Tanggap darurat maksimal 14 hari, bisa juga dipercepat. Setelah itu jadup bisa dicairkan sesuai dengan SK bupati, kita akan menunggu validasi dari bupati," jelasnya.
Khofifah menambahkan bantuan untuk rumah (korban bencana) rusak berat dari Kementrian Sosial bisa sharing budgeting Rp 25 juta. Namun masih menunggu SK bupati terdampak (bencana).
"Tetapi harus diingat, urusan penanggulangan bencana tidak hanya domain Kementrian Sosial. Kemensos hanya mengurusi klaster pengungsian, layanan dukungan psikososial dan logistik," pingkas Khofifah.(mdk/ded)