Kemenlu diminta terus pantau kondisi TKI di Suriah
Pemerintah diharapkan bisa menyelamatkan warganya, meskipun tidak bisa turun secara langsung.
Sudah tiga bulan lamanya Suriah bergejolak. Berdasarkan catatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Informasi (Puslitfo), lebih dari 11.760 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja disana. Diantaranya berasal dari Sukabumi, Indramayu, dan Cianjur, Jawa Barat.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede yusuf berharap peran negara bisa menyelamatkan warganya. Meskipun tidak bisa turun secara langsung.
"Kita tidak bisa menyelamatkan warga yang ada di Suriah, karena sedang perang dan kondisi bergolak. Tetapi melakukan komunikasi secara intensif dengan instansi terkait termasuk Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) kita lakukan," kata Dede di Hotel Savoy Homan, Bandung, Kamis (14/6).
Menurutnya, cara itu dilakukan agar warga Indonesia khususnya Jawa Barat bisa pulang dengan selamat. "Saya belum mendapat mandat langsung dari Pak Gubernur. Biasanya kami terus menghubungi Kemenlu untuk mencari tahu informasinya. Kita akan data warga yang berada disana," terangnya.
Dalam kurun tiga bulan, mulai Februari hingga Mei pemerintah sudah mengevakuasi 500 TKI disana. Rencananya evakuasi akan terus dilakukan untuk mengurangi keterlibatan TKI di Suriah.(mdk/dan)