Kemenkes Ubah Layanan, Pasien Omicron Tanpa Gejala dan Ringan Isolasi di Rumah
Selain tanpa gejala, pasien Omicron dengan gejala ringan juga bisa menjalani isolasi di rumah. Misalnya, gejala batuk, pilek, demam dengan saturasi di atas 95.
Kementerian Kesehatan akan mengubah strategi layanan kesehatan terhadap pasien Covid-19 varian Omicron. Ke depan, pasien Omicron tanpa gejala bisa menjalani isolasi mandiri di rumah.
"Strategi layanan dari Kementerian Kesehatan akan digeser, yang sebelumnya fokus di rumah sakit, sekarang fokusnya ke rumah," katanya dalam konferensi pers, Senin (10/1).
Selain tanpa gejala, pasien Omicron dengan gejala ringan juga bisa menjalani isolasi di rumah. Misalnya, gejala batuk, pilek, demam dengan saturasi di atas 95.
Pasien dengan gejala ringan ini akan mendapatkan obat dan layanan telemedicine gratis dari pemerintah. Pemerintah sudah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine dan perusahaan farmasi Kimia Farma untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien Omicron.
"Ini untuk memastikan agar orang yang harus dirawat di rumah itu tetap mendapatkan askes konsultasi ke dokter dan juga bisa mendapatkan akses delivery obatnya," jelasnya.
Menurut Budi, paket obat gratis yang akan diberikan kepada pasien Omicron hampir sama dengan pasien terjangkit Delta sebelumnya. Hanya saja, kali ini akan ada tambahan obat Molnupiravir.
Sebelumnya, Budi menyebut 400.000 tablet Molnupiravir sudah tiba di Indonesia. Molnupiravir merupakan obat Covid-19 produksi Merck, perusahaan asal Amerika Serikat.
Budi menyebut, obat Molnupiravir diperuntukkan bagi pasien Covid-19 kategori ringan. Obat ini bisa mengurangi risiko keparahan penyakit.
Molnupiravir memberikan proteksi hingga 50 persen. Namun, berdasarkan hasil tes di lapangan, proteksinya turun menjadi sekitar 30 hingga 40 persen.
Baca juga:
Harga Minyak di Asia Turun Dipicu Kekhawatiran Merebaknya Varian Omicron
Alasan Pemerintah Belum Lakukan Pengetatan Meski Kasus Covid-19 Capai 500
Menkes: Kita akan Hadapi Gelombang Omicron, Jangan Panik
Muncul Klaster Covid, Kota di China Bakal Tes 14 Juta Warga dalam 48 Jam
Luhut: Meski Covid-19 Meningkat di Jawa-Bali, Kasus Kematian Hanya 1 Selama Januari