LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemenkes Sebut Turunan Varian Delta di RI Mirip Singapura

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sebagian besar mutasi varian Delta yang beredar di Indonesia ialah AY.23. Varian ini juga mendominasi di Singapura.

2021-11-16 16:14:17
Covid-19
Advertisement

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sebagian besar mutasi varian Delta yang beredar di Indonesia ialah AY.23. Varian ini juga mendominasi di Singapura.

"Kebetulan varian Delta turunan yang banyak beredar di Indonesia mirip dengan yang ada di Singapura, yaitu AY.23," ungkap Nadia dalam diskusi virtual, Selasa (16/11).

Menurut Nadia, mutasi varian Delta perlu diwaspadai. Sebab, varian Delta memiliki karakteristik lebih cepat menular, meningkatkan risiko kematian dan kesakitan.

Advertisement

Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan 13 November 2021, kasus varian Delta di Indonesia mencapai 4.732. Sementara kasus varian Alpha hanya 76 dan Beta 22.

DKI Jakarta mencatat kasus varian Delta terbanyak yakni 1.278. Kemudian disusul Jawa Barat 757, Kalimantan Timur 393, dan Jawa Tengah 309.

"Tentunya ini harus tetap menjadi kewaspadaan kita bahwa saat ini dominasi varian Delta maupun turunannya itu masih merupakan varian yang paling banyak. Artinya, potensi untuk terjadinya lonjakan kasus itu masih sangat memungkinkan," ujarnya.

Advertisement

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini mengakui varian Delta bisa menurunkan efikasi vaksin. Namun, penurunannya tidak terlalu signifikan. Sehingga vaksin masih bisa memberikan proteksi kepada tubuh manusia. Temuan ini berdasarkan hasil penelitian.

"Jadi jangan ragu-ragu mengikuti vaksinasi. Justru lebih baik divaksin supaya tetap ada proteksi terhadap varian-varian ataupun varian Delta," kata dia.

Nadia menyebut mutasi varian Delta sudah mencapai sekitar 45 hingga 60. Mutasi yang sudah teridentifikasi di Indonesia sebanyak 22. Di antaranya ada AY.1, AY.11, dan AY.16.

Kasus Varian Delta Plus

Sebelumnya, Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane mengatakan, telah ditemukan banyak sekali varian Delta plus di Tanah Air. Selain AY.1, AY.11, AY.16, ada juga varian AY.4, dan AY.24.

Namun, AY.4.2 yang memicu lonjakan kasus Covid-19 di Inggris belum teridentifikasi di Indonesia.

"Sementara ini (AY.4.2) belum ditemukan di Indonesia. Tapi kita berharap tidak masuk ke Indonesia," katanya.

Menurut Masdalina angka reproduktif Delta plus lebih tinggi dari varian lainnya, yakni mencapai enam hingga delapan. Artinya, satu orang yang terinfeksi Delta plus bisa menularkan kepada enam hingga delapan orang.

"Bahkan kalau dalam masa inkubasi 2 sampai 14 hari baru terinfeksi, dia (Delta plus) pun sudah menularkan. Jadi tidak harus menunggu terinfeksi, dia sudah mampu menularkan. Jadi menularkannya selain lebih cepat tapi juga lebih banyak," jelas Masdalina.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.