LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemenkes sebut rokok elektrik buat perokok makin kecanduan

"Rotrik ini tidak sepenuhnya aman, dan menurut survei WHO beberapa rotrik ini masih belum teruji," ujar Tjandra Yoga.

2015-03-03 16:04:43
Rokok Elektrik
Advertisement

Jumlah perokok di Indonesia saat ini termasuk yang terbesar ketiga di Dunia. Umumnya para perokok di Indonesia saat ini adalah remaja dan dewasa. Jumlah ini bisa terus bertambah setiap tahunnya apabila tidak adanya penanggulangan.

Rokok diuraikan menjadi beberapa jenis, di antaranya rokok, smokeless tobacco, filter, dan rokok elektrik. Akhir-akhir ini para perokok di Indonesia ramai menggunakan rotrik (rokok elektrik).

Alat satu ini umumnya digunakan agar tidak kecanduan terhadap rokok. Akan tetapi ternyata rotrik tidak membuat berhenti, justru membuat perokok semakin kecanduan.

"Rotrik ini tidak sepenuhnya aman, dan menurut survei WHO beberapa rotrik ini masih belum teruji," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tjandra Yoga Aditama di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Menurut Tjandra, pada 2012 Amerika Serikat menduduki peringkat utama sebagai pengguna terbesar rotrik. WHO mencatat pada 2014 sudah ada 466 merek rotrik di dunia. "Regulasi untuk rokok yang satu ini masih termasuk barang kategori barang elektronik," imbuhnya.

Dia menambahkan rotrik pertama beredar di pasaran pada tahun 2003 di Tiongkok dan baru akhir-akhir ini sudah memasuki pasar Indonesia. "Rotrik adalah perangkat simulasi merokok lewat isapan uap nikotin, propylne glycol, gilserin dan perasa," tuturnya.

"Rotrik ini bukan merupakan rokok karena tidak mengandung tembakau. Rotrik mengandung bahan Cairan Aerosol (Flavor), Nicotine (larutan) dan bahan perasa ini termasuk tidak aman untuk dikonsumsi," tambahnya.

Laporan: Vick Almaro

Baca juga:
Rokok elektrik ternyata sama beracunnya dengan rokok biasa!
Merokok shisha bisa bikin kanker?
Perokok lebih rentan alami kecemasan dan depresi
Merokok 10 batang sehari tingkatkan risiko kematian dini!
Dikira bikin langsing, merokok justru picu kegemukan!

Advertisement


(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.