Kemenkes janji masalah vaksin palsu beres pekan depan
Maura Linda memastikan paparan vaksin palsu bagi anak tidak terlalu berbahaya.
Kejadian vaksin palsu membuat orangtua cemas terhadap imunitas sang anak. Direktur Jenderal Kefarmasian Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang menegaskan paparan vaksin palsu bagi anak tidak terlalu berbahaya.
Melalui sambungan telepon, Maura menjelaskan pengaruh vaksin palsu hanya tingkat kekebalan tubuh si anak yang tidak maksimal. Dia pun akan melakukan pemeriksaan bagi anak-anak yang diduga terkontaminasi dengan vaksin palsu.
"Kalau tidak ada isinya tidak ada dampak, kalau kadar kurang tingkat kekebalan kurang tercapai. Masalah yang paling dominan adalah efektifitas, apakah kekebalan anak akan tercapai," ujar Maura pada diskusi 'Jalur Hitam Vaksin Palsu' di Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).
Hari ini, pihaknya juga menerjunkan tim satuan tugas ke-14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu untuk pendampingan para korban dan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah atas insiden ini.
Keterbatasan teknis dan personal, Maura menuturkan tim Satgas ini tidak diterjunkan ke seluruh rumah sakit melainkan hanya beberapa saja. Meski demikian dia mengusahakan dalam seminggu ke depan masalah ini bisa diselesaikan.
Seperti diketahui, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek Kamis (14/7) merilis 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Keempat belas rumah sakit itu adalah:
1. RS DR Sander, Cikarang
2. RS Bhakti Husada, terminal Cikarang
3. RS Sentral Medika, Pasir Gombong
4. RSIA Puspa Husada
5. RS Karya Medika, Tambun
6. RS Kartika Husada, Tambun
7. RS Sayang Bunda, Pondok Ungu
8. RS Multazam, Bekasi
9. RS Permata, Bekasi
10. RSIA Gizar, Villa Mutiara Cikarang
11. RS Harapan Bunda, Kramat Jati
12. RS Elizabeth, Narogong
13. RS Hosana, Lippo Cikarang
14. RS Hosana, Jalan Pramuka
Atas kasus ini Bareskrim Mabes Polri juga sudah menetapkan total 23 tersangka. Saat ini Bareskrim juga masih terus mengusut kemungkinan akan adanya tersangka baru.
Baca juga:
RS Harapan Bunda sebut vaksin palsu masuk lewat jalur tak resmi
Pemprov Jabar jamin RS pemerintah bersih dari vaksin palsu
RS Permata Bekasi akui pakai vaksin palsu dari Oktober 2015
Ditjen Kefarmasian datangi & investigasi 14 RS penyedia vaksin palsu
IDAI sebut vaksin palsu isi cairan infus & antibiotik, tak berbahaya