LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemenkes Dorong Vaksinasi Daerah dengan Sasar Wilayah Plural

Nadia menuturkan bila berbicara mengenai distribusi vaksin, untuk dosis pertama sudah mencapai angka 67 persen hingga hari ini. Sehingga, masih tersisa sekitar 33 persen lagi masyarakat yang harus segera mendapatkan vaksin dosis pertama tersebut.

2021-12-01 16:10:32
Kemenkes
Advertisement

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya terus mendorong vaksinasi di daerah berjalan dengan mulai menyasar daerah dengan kondisi plural.

"Kita mulai masuk ke daerah-daerah yang sifatnya plural dan tentunya memiliki tantangan-tantangan," kata Nadia dalam Dialog Rabu Utama bertajuk Kasus Turun Percepatan Vaksinasi Terus Berjalan yang diikuti secara daring di Jakarta, dilansir Antara, Rabu (1/12).

Nadia menuturkan bila berbicara mengenai distribusi vaksin, untuk dosis pertama sudah mencapai angka 67 persen hingga hari ini. Sehingga, masih tersisa sekitar 33 persen lagi masyarakat yang harus segera mendapatkan vaksin dosis pertama tersebut.

Advertisement

Namun pada saat ingin memasuki daerah-daerah plural tersebut, Kemenkes mengaku dihadapkan dengan sejumlah tantangan seperti letak geografis, ketersediaan transportasi serta mudahnya akses perjalanan untuk masyarakat yang berada di desa mencapai tempat vaksinasi.

Semua hal tersebut, kata dia, menjadi tantangan-tantangan yang cukup besar. Seperti pada Provinsi Maluku yang terkadang masyarakatnya harus melewati sungai atau laut sehingga membutuhkan waktu untuk mengikuti vaksinasi yang disediakan oleh pemerintah tersebut.

"Distribusi juga menjadi tantangan untuk kemudian mendorong distribusi ini lebih cepat. Mau sama untuk mengakses kabupaten kota yang ada tantangan-tantangan terkait grafis maupun transportasi," ujar dia.

Advertisement

Melihat sejumlah tantangan yang dihadapi untuk memperluas cakupan vaksinasi hingga ke pelosok daerah, Nadia menekankan penting bagi masyarakat untuk tidak memilih-milih merek vaksin yang disediakan saat ini. Hal tersebut perlu segera diterapkan, mengingat varian baru yang ada saat ini dikatakan tidak meningkatkan keparahan pada orang yang sudah divaksin dan dapat membentuk kekebalan kelompok untuk melawan varian-varian baru yang ditemukan.

Sehingga ia mengimbau kepada semua masyarakat untuk segera mengikuti vaksinasi agar mencegah terjadinya sakit parah akibat varian baru dari virus SARS-CoV-2 tersebut.

"Walaupun kita tahu masih banyak hal yang harus diteliti, misalnya dikarenakan dia sangat sedikit menurunkan efikasi dari vaksin, tapi tetap proteksinya itu masih sangat banyak dan manfaatnya juga jauh lebih besar,' kata Nadia.

Baca juga:
Kemenkes: Segerakan Vaksinasi Tutup Celah Mutasi Virus Berkembang
Pentagon akan Beri Penalti Bagi Pasukan Garda Nasional yang Ogah Divaksinasi
Pemerintah Wacanakan Vaksin Dua Kali Jadi Syarat Perjalanan Darat saat Nataru
Komnas: KIPI Akibat Vaksinasi Covid-19 Paling Banyak Non-serius
Pelaku Perjalanan Domestik saat Nataru Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin-Bebas Covid
Jemaah Umrah Indonesia dengan Vaksin Sinovac Wajib Karantina Tiga Hari
CDC: Orang Dewasa yang Telah Divaksinasi Harus Disuntik Vaksin Booster karena Omicron

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.