Kemendes PDTT harapkan peran strategis transmigrasi
"Sebuah ironi bagi sebuah Negara yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia melimpah."
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengadakan kegiatan focus group discussion (FGD) bertajuk Transmigrasi Membangkitkan Industrialisasi Pertanian Dari Pinggiran, di Yogyakarta, Jumat (30/9).
Pada acara tersebut, Mendes PDTT, Eko Sanjoyo mengatakan percepatan pembangunan desa-desa dan daerah tertinggal serta pulau-pulau terdepan adalah tanggung jawab Kemendes PDTT.
"Di Indonesia terdapat 74 ribu lebih desa. Kehadiran kementerian desa PDTT mengemban tanggung jawab mempercepat pembangunan desa-desa, daerah tertinggal dan pulau-pulau terdepan," ucap Mendes PDTT, Eko Putro Sanjoyo.
Sementara itu Suratman, Wakil Rektor UGM Bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan transmigrasi merupakan bagian dari proses pembangunan Indonesia masa depan.
Menanggapi kajian Wakil Rektor UGM tersebut, mantan Menteri Transmigrasi, Siswono Yudohusodo menyatakan saat ini Indonesia merupakan salah satu Negara importir pangan terbesar.
"Sebuah ironi bagi sebuah Negara yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia melimpah," tanggap Siswono
Mantan menteri transmigrasi itu juga mendukung dikukuhkannya Hari Tranmigrasi Nasional, yang juga menjadi salah satu tujuan dari kegiatan ini, sebagai penanda dimulainya revitalisasi program transmigrasi dalam rangka menjawab tantangan kebutuhan pangan bagi bangsa Indonesia di masa mendatang.
Selain mendorong ditetapkannya Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) sebagai Hari Transmigrasi Nasional (HTN), FGD ini sendiri bertujuan untuk mengangkat kembali peran strategis transmigrasi.
(mdk/ibs)