LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemendes PDTT Dorong Pelaku Ekonomi Digital Lakukan Penetrasi Hingga ke Desa

Samsul mengatakan, untuk itu perlu kerja sama yang sinergis dengan pelaku ekonomi digital untuk dapat melakukan penetrasi hingga ke desa-desa. Pemasaran produk-produk unggulan desa dan daerah tertinggal dapat dipermudah dengan adanya sistem perdagangan elektronik atau yang dikenal dengan sebutan e-commerce.

2019-08-19 16:03:47
Dana Desa
Advertisement

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggandeng pelaku ekonomi digital untuk mengembangkan potensi perekonomian daerah tertinggal hingga ke pasar global.

Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa, Samsul Widodo mengatakan, sudah saatnya para pemain marketplace seperti Shopee, Lazada, dan Alibaba terlibat langsung untuk mengembangkan produk unggulan daerah tertinggal.

"Saya menantang startup untuk memikirkan ini. Saya bilang ke Shopee jangan menunggu aja, tapi bagaimana kita bikin project yang ikut membantu mengkurasi dan mencari produk yang layak ekspor," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/8).

Advertisement

Dia menjelaskan, dengan jumlah 74.957 desa yang tersebar di seluruh Indonesia tersimpan potensi yang sangat besar. Hanya saja, potensi tersebut belum termanfaatkan dengan baik.

"Artinya penetrasi digital perlu ditingkatkan. Infrastruktur sudah ada, marketplace sudah ada, tinggal bagaimana menumbuhkan kreativitas di level desa, sehingga mereka mampu ekspor," ujarnya.

Namun, Samsul mengingatkan, dana yang besar jika tidak dimanfaatkan dengan baik hanya akan habis begitu saja. Oleh karena itu, dia telah menyiapkan sejumlah konsep. Salah satunya adalah lewat program perkebunan yang terintegrasi.

Advertisement

Ia mencontohkan bagaimana perkebunan mangga di Situbondo dapat ditingkatkan efisiensi produksi dan distribusinya dengan mengintegrasikan sistem perkebunan dengan teknologi digital.

Dengan mengukur luas tamam, jumlah pohon, dan juga tingkat kesuburan pohon mangga dengan menggunakan teknologi artifisial intelijen dapat diketahui perkiraan produksi dan memudahkan petani dalam melakukan pemeliharaan kebun.

"Sangat mungkin dilakukan dengan adanya teknologi. Kita lakukan grading sehingga yang keluar dari pintu petani udah grade A, B, dan C. Ini belum dilakukan yang kita lakukan selama ini baru ritel kecil-kecil. Kita ingin mengkonsolidasi dengan jumlah besar," ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, akan didorong dengan program Kontainer Masuk Desa. Ia mengatakan telah menyiapkan kontainer dengan kapasitas tiga ton dan berbagai ukuran sehingga dapat melewati jalan-jalan yang ada di desa. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kendala distribusi yang ada selama ini.

"Konsepnya adalah end to end, mempersingkat rantai logistik. Sehingga produk petani atau nelayan langsung diangkut ke pelabuhan dan disebarkan langsung ke restoran atau supermarket," tuturnya.

Samsul mengatakan, untuk itu perlu kerja sama yang sinergis dengan pelaku ekonomi digital untuk dapat melakukan penetrasi hingga ke desa-desa. Pemasaran produk-produk unggulan desa dan daerah tertinggal dapat dipermudah dengan adanya sistem perdagangan elektronik atau yang dikenal dengan sebutan e-commerce.

Dengan adanya e-commerce, maka para pengrajin, petani, nelayan, peternak, dan produsen lainnya dapat menjual produk mereka tanpa perlu bertemu langsung dengan para pembeli, sehingga produk yang dijual dapat dipasarkan baik nasional maupun internasional.

"Saya harap teman-teman di startup dan marketplace bukan hanya menunggu onboarding para petani, tapi kita kembangkan project ikut terlibat kurasi, mendampingi, sampai terbukti petani dan nelayan mampu ekspor. Jadi suatu saat mereka bisa survive sehingga tidak harus menunggu apa yang ada dari pemerintah," ujarnya.

Baca juga:
Transfer ke Daerah & Dana Desa Naik Jadi Rp 858,8 Triliun, Tiap Desa Dapat 960 Juta
Dana Desa Rp 72 Triliun Bakal Dipakai untuk Pengembangan SDM dan Ekonomi Desa
Pemerintah Alokasikan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Rp 858,8 Triliun
Presiden Jokowi Puji DPR Setujui Rp 70 Triliun Dana Desa untuk 2019
Kemendes PDTT Gunakan DAK Fisik Afirmasi Dukung Pembangunan Daerah Tertinggal
Bos Bappenas: Blockchain Optimalkan Distribusi Dana Desa

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.