Kemendagri temukan 667 ribu e-KTP dengan identitas ganda
Sampai 6 November 2012, sebanyak 173.325.378 warga sudah melakukan perekaman e-KTP.
Proses perekaman data untuk program elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) belum rampung. Tapi Kemendagri sudah menemukan sebanyak 667 ribu identitas ganda warga. Data itu dihimpun sejak 28 November lalu.
Data mencengangkan itu disampaikan oleh Tim Pakar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Retno Setyowati.
"Kalau dibandingkan tahun 2010 lalu, turun drastis. Tahun 2010 jumlahnya mencapai 8 juta pemilik KTP ganda" ujar Retno kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Senin (10/12).
Menurut Retno, data itu terdeteksi setelah Kemendagri merekam sebanyak 173.325.378 e-KTP hingga 6 November 2012, melalui data dari kabupaten/ kota. Hingga saat ini, sebanyak 85,2 persen dari 497 kabupaten/kota telah melakukan perekaman data E-KTP. Dari kabupaten/kota tersebut ada 10 tercepat pencapaian target.
"Ada 10 kabupaten/kota yang tercepat dalam perekaman data E-KTP. Kesepuluh Kabupaten/Kota tersebut adalah, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Banyumas" tambahnya.
Retno menuturkan, meskipun Kota Solo menjadi pilot project pencatatan data, namun kota ini tertinggal dengan 10 daerah di atas. Menurut Retno, ada beberapa hambatan yang dihadapi Solo di antaranya partisipasi masyarakat masih rendah, peran stakeholder kurang, serta adanya kerusakan alat.
Sementara itu untuk program sapu jagad yang dilakukan di 17 Perguruan Tinggi (PT), perekaman E-KTP masih jauh dari harapan.
"Hingga batas waktu perekaman data E-KTP program sapu jagad jumlahnya hanya di bawah 10.000 penduduk. Tertinggi di UGM, ITS dan Unibraw," tegasnya.(mdk/lia)