LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemendagri dinilai lalai cegah korupsi kepala daerah

Bayu juga menilai DPRD sebagai rekan dalam kejahatan dari kepala daerah sendiri dalam melakukan usaha korupsi.

2018-10-27 18:31:00
Kasus korupsi
Advertisement

Ahli Hukum Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi), Bayu Dwi Anggono menganggap, maraknya terjadi korupsi pada kepala daerah karena Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lalai dalam melakukan pengawasan dan pembinaan.

"Kasus di Cirebon, berapa kali laporan rakyat kepada pemerintah atasan bahwa Bupati Cirebon ini sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan janji sebagai kepala daerah. Namun akhirnya baru tertangkap, itu KPK yang melakukan itu. Artinya, early warning system Kemendagri ini tidak berfungsi," jelasnya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (27/10).

Dia menyayangkan hal ini karena sebenarnya Kemendagri memiliki inspektorat yang harusnya mampu menangani permasalahan tersebut.

Advertisement

"Sayangnya inspektorat ini ga ada niat baik yang diperkuat. Bahkan terkesan inspektorat ini masih menjadi saat ini rubber stamp aja. Lembaga stempelnya kepala daerah," ujarnya.

Kemudian, Bayu juga menilai DPRD sebagai rekan dalam kejahatan dari kepala daerah sendiri dalam melakukan usaha korupsi.

"Faktanya hari ini, DPRD kita masih tidak lebih menjadi partner in crime. Turut memperlancar terjadinya bancaan APBD. Contoh di kasus Malang, Jambi, Sumatra Utara, jadi sebenarnya apakah sistem Pilkadanya yang salah? Bukan," tutupnya.

Advertisement

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tsamara 'serang' partai lama, Rommy minta PSI hormati fatsun koalisi
Pejabat publik terjerat korupsi, KPK akan lipatgandakan hukuman
Perludem sebut anggaran DPR harus efektif & efisien
Sanksi penjara dinilai tak cukup untuk hilangkan budaya korupsi
Mahalnya ongkos jadi kepala daerah dinilai sebagai sumber korupsi

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.