Kemenangan perang ditentukan kekuatan pesawat tempur
Dengan cepat serangan udara dapat menghancurkan jembatan, pusat kekuatan militer, sumber-sumber logistik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pengarahan kepada seluruh penerbang TNI Angkatan Udara dan ground crew. Di shelter F-5 Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, SBY menyampaikan pentingnya kekuatan udara untuk kemenangan perang.
"Kita sadar bahwa perang sekarang sangat ditentukan oleh kekuatan udara yang dimiliki oleh negara," kata SBY di Madiun, Senin (6/10).
SBY mengambil contoh saat Perang Teluk. Dengan cepat serangan udara dapat menghancurkan jembatan, pusat kekuatan militer, sumber-sumber logistik.
"Bahkan pesawat lawan pun tak mampu mengudara karena dihancurkan di tempat, setelah itu barulah dilaksanakan operasi darat (Ground Operatin). Disini kekuatan udara menjadi kunci dan sangat diperlukan, bahkan dalam perang asimetris, kekuatan udara juga sangat diperlukan," jelas SBY.
SBY menambahkan pemerintah telah mencanangkan pembangunan minimun essential force TNI AD, AL dan AU. Seluruh matra diperlukan untuk kemampuan tangkal sekaligus melakukan operasi perang dan operasi militer selain perang.
SBY berharap ke depan kekuatan TNI AU lebih tangguh dan dapat diandalkan. TNI harus ditakuti lawan, disegani kawan dan dicintai rakyat.
Baca juga:
Helikopter serang Apache siap ramaikan HUT TNI ke-69
S-97 RAIDER, helikopter pengintai berteknologi canggih
4 Pesawat tempur Super Tucano kembali perkuat TNI AU
Raungan jet Skadron 14, dari Mig-21F sampai si tua F-5 Tiger
Ini 5 Jet tempur canggih yang dilirik TNI AU gantikan F-5 Tiger