LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemenag Belum Bisa Pastikan Haji 2020 Ada atau Tidak

Oman menyampaikan bahwa keputusan pemberangkatan bergantung pada pihak Saudi. Hingga saat ini, Kemenag RI belum dikabarkan ihwal kapan pengumuman ada atau tidaknya ibadah haji tahun ini.

2020-04-30 13:09:43
Haji 2020
Advertisement

Kementerian Agama (Kemenag) belum bisa memastikan apakah penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan dilaksanakan atau tidak. Hingga saat ini belum otoritas Arab Saudi belum memberikan kepastian soal masalah tersebut.

"Belum ada keputusan dari sana (Kerjaan Arab Saudi)," ucapan Juru Bicara Kemenag Oman Fathurahman, Kamis (30/4).

Oman menyampaikan bahwa keputusan pemberangkatan bergantung pada pihak Saudi. Hingga saat ini, Kemenag RI belum dikabarkan ihwal kapan pengumuman ada atau tidaknya ibadah haji tahun ini.

Advertisement

"Kita masih menunggu, itu kan raja (Saudi) yang harus mengumumkan," katanya.

"Kita berharap sebelum Syawal ada pengumuman," sambung Oman.

Advertisement

Skenario Kemenag

Oman menuturkan sampai saat ini persiapan ibadah haji tetap lanjutkan. Kendati belum mendapatkan kepastian dari pihak Saudi.

"Untuk pelunasan kan kemarin sudah 87 persen. Pelunasan tahap satu, kalau masih ada kuota yang belum ini bisa diperpanjang," paparnya.

Terkait dengan transportasi dan akomodasi, Oman mengatakan sudah menyelesaikan urusan tersebut. Tinggal beberapa pihak di Madinah karena keburu adanya wabah Covid-19.

"Jadi begitu ini akan dilaksanakan tinggal kontrak saja, kemarin kan minta ditunda dulu kontraknya," jelas Jubir.

Jika Ditiadakan

Oman mengungkap skenario bila tahun ini pelaksanaan ibadah haji batal dilaksanakan. Salah satu opsinya adalah dengan mengembalikan uang pelunasan calon jemaah haji.

"Nanti uang pelunasan jemaah haji bisa diambil kembali. Uang pelunasan ya, (uang) daftar itu kan 25 juta biaya haji kan 35 juta. Jadi (uang pelunasan) itu susahnya lah," jelasnya.

Di samping itu, bila memang ibadah haji 2020 ditiadakan, maka calon jemaah haji yang sedianya tahun ini berangkat akan digeser ke tahun depan (2021).

"Jemaah yang tahun depan (2021) digeser ke tahun depannya lagi (2022). Saya kira begitu," tandasnya.

Reporter: Yopi M

Sumber: Liputan6.com

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.