LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kembangkan Pariwisata di Ciletuh, Jabar butuh tol

Kebutuhan tersebut mengingat jarak tempuh dari Bandung atau Jakarta ke dua kawasan tersebut masih sulit dijangkau dan membutuhkan waktu delapan jam.

2017-08-01 18:21:00
Humas Jabar
Advertisement

Kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dijadikan sebagai tempat wisata unggulan harus ditunjang dengan infrastruktur memadai. Salah satunya akses darat berupa jalan tol.

Selain Ciletuh, kawasan Pariwisata di Pangandaran juga demikian. Kebutuhan tersebut mengingat jarak tempuh dari Bandung atau Jakarta ke dua kawasan tersebut masih sulit dijangkau dan membutuhkan waktu delapan jam.

"Ini dibutuhkan untuk meningkatkan sektor pariwisata di Jabar yang memang Pangandaran dan Ciletuh menjadi wisata unggulan," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana, Selasa (1/8).

Saat tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) memang sedang tahap pembangunan untuk menghubungkan Cirebon-Majalengka-Bandung. Namun dorongan juga harus dilakukan pada Tol Cileunyi-Majalaya-Garut-Tasikmalaya-Ciamis yang akan menyambung ke Pangandaran.

Haris beranggapan, tol menuju Ciletuh bisa digabungkan dengan rangkaian yang sedang dibangun, yakni Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Tol Sukabumi-Ciranjang yang masih dalam perencanaan.

Selain tol, dikatakan Haris, pembangunan bandar udara di sekitar Ciletuh di Sukabumi pun memungkinkan guna memudahkan wisatawan yang ingin bertandang ke Ciletuh menggunakan jalur udara.

"Untuk ke kawasan wisata ini, maksimal jarak tempuhnya dua jam. Jadi wisatawan masih bisa menikmati wisatanya di lokasi. Kita harus mengupayakan, lewat tol atau bandara, supaya para wisatawan bisa cepat sampai ke tujuannya. Soalnya saya dulu dari Bandung ke Ciletuh, butuh waktu 12 jam lewat darat," katanya.

Segera berdirinya Bandara Internasional Jawa Barat di Majalengka, katanya, harus disambut dengan pembangunan akses menuju kawasan-kawasan wisata unggulan di Jawa Barat.

"Dengan demikian, kehadiran bandara ini dapat dimanfaatkan secara maksimal," imbuhnya.

(mdk/ibs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.