LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kematian tragis 2 WN Jepang di Pulau Dewata

Pasangan suami istri asal Jepang, Matsuba Nurio (76) dan Matsuba Hiroko (73) ditemukan tewas terpanggang di rumah kontrakan, kompleks perumahan elite Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Senin (4/9).

2017-09-09 07:00:00
Pembunuhan
Advertisement

Pasangan suami istri asal Jepang, Matsuba Nurio (76) dan Matsuba Hiroko (73) ditemukan tewas terpanggang di rumah kontrakan, kompleks perumahan elite Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Senin (4/9).

Kondisi kedua jasad mengenaskan hingga tak bisa dikenali. Ditemukan juga luka tusuk di punggung dan perut. Bahkan ada luka iris di leher pada jasad Nurio.

Hasil identifikasi, kedua korban dibunuh orang dekat. Jumlah terduga pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Namun hingga kini polisi belum menangkap terduga pelaku.

"Diduga pelakunya ini lebih dari satu orang, dan orang dekat dari korban," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo di Denpasar, Rabu kemarin.

10 saksi sudah diperiksa. Polisi juga masih mencari barang bukti yang digunakan pelaku.

Diduga usai dibunuh, Nurio dan Hiroko disiram bensin yang diambil pelaku dari mobil korban di garasi. Dugaan tersebut setelah diketahui tutup tangki mobil dalam kondisi terbuka.

"Mobilnya itu baru beli sekitar 3 bulan lalu. Atas nama anak angkat korban," kata Hadi Purnomo, Jumat kemarin.

Agar kasus kematian ini segera terungkap, Polresta Denpasar sampai membentuk tim khusus. Polda Bali juga dilibatkan untuk mempercepat penyelidikan.

Autopsi yang dilakukan tim forensik RSUP Sanglah kemarin juga sudah rampung. Tim dokter mengambil sampel cairan untuk diteliti di laboratorium toksikologi, tujuannya mencari kemungkinan adanya racun dalam tubuh korban.

Selain itu juga patologi anatomi, untuk mencari tahu apakah ada penyakit atau tidak dalam tubuh korban.

Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah Dokter Dudut Rustiadi menuturkan, pihaknya sudah mengetahui waktu meninggalnya kedua korban. Namun dia belum bisa menyampaikan hasilnya, lantaran masih dalam penyelidikan Kepolisian.

"Kami sudah tahu meninggalnya kapan, tapi itu ranahnya pihak Kepolisian," terangnya.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.