Kematian Pegawai Salon di Kamar Kos di Bali Masih Misterius
Korban diketahui bekerja di sebuah salon dan sudah tinggal di tempat kejadian perkara sejak 2013 silam.
Tewasnya seorang perempuan bernama Cristiana Sari (41), masih menyisakan misteri. Pihak kepolisian Polsek Sukawati dan Polres Gianyar, Bali, hingga saat ini masih menyelidiki terkait penyebab tewasnya korban.
Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Suardita, mengatakan proses pengungkapan kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan di lapangan dan juga menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Umum (RSUP) Prof Ngoerah (Sanglah), Denpasar.
"Sampai saat ini masih proses penyelidikan di lapangan termasuk hasil visum masih menunggu dari pihak rumah sakit," kata Ipda Suardita, Jumat (9/1) sore.
Korban diketahui bekerja di sebuah salon dan sudah tinggal di tempat kejadian perkara sejak 2013 silam.
"Korban sudah tinggal di Sukawati dari tahun 2013. Tim kepolisian masih tetap bekerja di lapangan," ujarnya.
Ditemukan Tewas di Kos
Sebelumnya, seorang perempuan bernama Cristiana Sari (41) ditemukan tewas di kamar indekosnya di Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Kapolsek Sukawati Kompol I Ketut Suaka Purnawasa mengatakan, korban ditemukan tewas pada Senin (5/1) pagi sekitar pukul 06:00 WITA.
"Untuk mengetahui penyebab kematian korban, maka perlu dilakukan autopsi terhadap mayat korban. Dan melakukan pemeriksaan terhadap handphone korban maupun CCTV di seputaran TKP," kata Kompol Suaka, Senin (5/1) siang.
Ada Luka di Pipi
Dari hasil pemeriksaan tenaga medis dari Puskesmas Sukawati, kematian korban tidak wajar, terdapat luka pada pipi yang sampai saat ini masih mengeluarkan darah namun belum dapat dipastikan penyebab luka tersebut.
Kemudian, luka pada leher namun belum bisa dipastikan penyebab luka tersebut, apa karena pembusukan atau benda tajam. Dari kemaluan korban mengeluarkan darah dan korban tewas diperkirakan lebih dari 3 hari.
Selain itu, mayat korban sudah mengeluarkan belatung karena kondisi mayat yang sudah mulai membusuk. Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab luka-luka yang ada pada mayat korban. Sehingga jenazah korban dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, untuk dilakukan autopsi.
"Sehingga tidak bisa dipastikan penyebab luka-luka tersebut. Kematian tidak wajar terhadap korban," ujarnya