LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemarau di Sumsel Diprediksi April-Oktober, Siaga Karhutla Lebih Awal

Musim kemarau di Sumatera Selatan tahun ini diprediksi terjadi mulai April hingga Oktober 2019. Agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa ditekan, penanganan dan pencegahan dilakukan lebih awal.

2019-02-27 01:00:00
Musim kemarau
Advertisement

Musim kemarau di Sumatera Selatan tahun ini diprediksi terjadi mulai April hingga Oktober 2019. Agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa ditekan, penanganan dan pencegahan dilakukan lebih awal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah mengungkapkan, penanganan dilakukan dengan dikeluarkannya surat keputusan Gubernur Sumsel terkait status siaga karhutla pada Maret mendatang. Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja sesuai tupoksinya seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kita mulai mencegah sejak dini, insyaallah Maret nanti sudah mulai bergerak menangani karhutla di musim kemarau tahun ini," ungkap Iriansyah, Selasa (26/2).

Advertisement

Menurut dia, penanganan karhutla akan dilakukan beberapa instansi, mulai dari Pemprov Sumsel, setiap BPBD kabupaten/kota, TNI, dan polri.

"Segera ditetapkan satuan tugas. Ini harus lebih cepat karena Riau sudah diserang karhutla," ujarnya.

"Patroli udara, pembasahan lahan gambut, dan pengerahan petugas di daerah rawan karhutla akan segera dimulai," sambungnya.

Advertisement

Sementara itu, Koordinator BMKG Sumsel, Nugo mengatakan, musim penghujan tahun ini mulai terjadi April seiring semakin berkurangnya intensitas hujan. Sedangkan puncak kemarau diperkirakan berlangsung selama tiga bulan, yakni Agustus-Oktober 2019.

"Pada puncak-puncak ini yang perlu diantisipasi lebih maksimal karena bisa saja selama satu bulan tidak hujan. Itu membuat lahan kering dan rawan terbakar," pungkasnya.

Baca juga:
Kebakaran Hutan & Lahan di Indragiri Hilir Hanguskan 30 Hektare
Tiga Perusahaan di Sekitar Lokasi Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Riau
2.488 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
Luas Lahan Terbakar di Riau Capai 1.136 hektare, Terparah di Pulau Rupat
Kebakaran Hutan di Riau Sudah Mencapai 996,41 hektare, Paling Luas di Bengkalis

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.