LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Keluarga Peristiwa Semanggi Sebut Jokowi Jauh dari Sila Ke-2 Pancasila

Maria Catarina Sumarsih, ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan yang anaknya menjadi korban peristiwa Semanggi 2 menilai, sikap Presiden Jokowi jauh dari sila ke-2 Pancasila. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

2019-10-24 15:57:17
Prabowo Subianto
Advertisement

Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan menuai kecaman dari aktivis HAM dan keluarga korban peristiwa Semanggi 1,2 dan penembakan mahasiswa Trisakti.

Maria Catarina Sumarsih, ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan yang anaknya menjadi korban peristiwa Semanggi 2 menilai, sikap Presiden Jokowi jauh dari sila ke-2 Pancasila. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Sebenarnya kalau menurut saya Pak Jokowi semakin jauh dari sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab," kata Catarina di Jakarta, Kamis (24/10).

Advertisement

Seharusnya, kata Catarina, Jokowi jeli dalam memilih para pembantunya. Khususnya jika calon kandidat menteri memiliki catatan dugaan pelanggaran HAM. Ia menghitung sudah dua kali Jokowi melantik orang yang diduga terlibat pelanggaran HAM, yakni Wiranto sebagai Menkopolhukam dan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Melantik Wiranto dan Prabowo, bagi Catarina, sama saja melindungi terduga pelaku pelanggar HAM berat dari jeratan hukum.

"Pak Jokowi melindungi jerat hukum dengan angkat Wiranto ke kabinet dan sekarang Prabowo. Kenyataannya kasus pelanggaran HAM berat selalu dijadikan komoditas politik ketika sudah jadi presiden mereka umumnya lupa," sindir Catarina.

Advertisement

Diketahui mantan Danjen Kopassus itu dilantik menjadi Menhan oleh Jokowi atas pertimbangan pengalamannya di dunia militer.

Moncer di dunia militer nama Prabowo justru kental dengan keterkaitan pelanggaran HAM. Mulai dari tudingan bahwa dialah dalang dari serangkaian aksi penculikan para aktivis penembakan mahasiswa Trisakti, penyulut kerusuhan Mei 1998, hingga menerabas ke isu seputar klik dan intrik di kalangan elite ABRI.

Selain itu, ada pula tudingan adanya "pertemuan konspirasi" di Markas Kostrad pada 14 Mei 1998, tuduhan hendak melakukan kudeta yang dikaitkan dengan isu "pengepungan" kediaman Presiden B.J. Habibie oleh pasukan Kostrad dan Kopassus, sampai ke pembeberan sifat-sifat pribadinya.

Baca juga:
YLBHI: Keberpihakan Jokowi di Periode Kedua Terhadap Isu HAM Lemah
Walhi Sayangkan Tak Ada Kepedulian Presiden Jokowi Pada Isu Lingkungan
Menko Polhukam Mahfud MD: Tidak Boleh Lagi Ego Sektoral
Besok, Jokowi akan Tinjau Bekas Kerusuhan Wamena
Sandiaga Soal Prabowo Gabung Kabinet: Kontestasi Sudah Selesai
Akomodir yang Belum Terwadahi, Jokowi Godok Posisi Wakil Menteri

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.