LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Keluarga Orang Hilang Kecam Pengangkatan Dua Mantan Anggota Tim Mawar di Kemenhan

Mereka adalah Brigjen TNI Yulius Selvanus dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha.

2020-09-27 17:06:08
Kemenhan
Advertisement

Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) mengecam keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat dua mantan anggota Tim Mawar menjadi pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Mereka adalah Brigjen TNI Yulius Selvanus dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha.

Sekretaris Umum IKOHI Zaenal Muttaqin mengatakan, pengangkatan terhadap dua mantan anggota Tim Mawar merupakan penghinaan terhadap para korban yang hingga kini masih hilang.

"Kepres Jokowi ini penghinaan terhadap korban yang bertahun-tahun menuntut keadilan keluarga mereka yang hilang dan belum ditemukan," ujar Zaenal dalam webinar, Minggu (27/9/2020).

Advertisement

Zaenal mengaku dirinya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi saat tahu Jokowi menjadikan dua anggota Tim Mawar sebagai pejabat di lingkungan Kemenhan.

"Kecaman dan kemarahan tidak cukup, kami sudah terlalu diinjak-injak, kami bingung kalimat apa yang akan kami tulis karena memang sudah bingung mau berkata apa," kata dia.

Dia mengaku tak habis pikir dengan tindakan Jokowi yang mengangkat Dadang dan Yulius menjadi pejabat di Kemenhan.

Advertisement

"Kami menuntut terhadap Jokowi soal pemulihan korban dan terkait 4 rekomendasi DPR, bukan malah mengabulkan malah menjadikan penculik di pemerintahannya. Sungguh kami sesalkan keputusan Jokowi ini," kata Zaenal.

Sementara Kepala Divisi Advokasi KontraS Arif Nur Fikri malah mempertanyakan keputusan Jokowi mengangkat kedua mantan anak buah Prabowo Subianto menjadi pejabat di kementerian yang kini dipimpin Prabowo.

"Kalau kita melihat Kepres 166, kalau kita baca usulannya itu dari Kemenhan. Ini yang menjadi sorotan dasar pertimbangan Prabowo memunculkan dua nama eks Tim Mawar. Apakah karena keduanya adalah mantan anak buahnya sehingga Prabowo percaya kepada keduanya. Ini yang sebenarnya yang harus kita gali," kata Arif.

Diberitakan sebelumnya, Kemengan melakukan mutasi jabatan di lingkungannya. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 166/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kemhan.

Salinan Kepres yang diterima Liputan6.com, Jumat (25/9/2020) dibenarkan oleh Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Iya (Kepres Nomor 166/TPA Tahun 2020 soal mutasi jabatan)," kata Dahnil kepada Liputan6.com.

Yang menarik dalam mutasi Kemhan itu. Ada dua nama, yang merupakan mantan anggota Tim Mawar. Tim tersebut merupakan tim kecil dari satuan Kopassus TNI Angkatan Darat.

Namanya menjadi terkenal usai dikaitkan dengan dugaan penculikan terhadap sejumlah aktivis pada 1998. Di mana, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus saat itu adalah Prabowo Subianto yang kini duduk sebagai Menhan.

Adapun nama yang dimaksud, yakni Brigjen TNI Yulius Selvanus dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha.

Dalam surat tersebut, Brigjen Yulius Selvanus akan dilantik sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan Kemhan. Sedangkan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha diangkat menjadi Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan.

Dalam Keputuan Presiden tersebut juga dilakukan mutasi terhadap 4 pejabat lainnya.

Adapun 4 pejabat tersebut, di antaranya, Mayjen TNI Budi Prijono sebagai Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kemhan, Marsma TNI Jusuf Jauhari sebagai Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan.

Lalu ada Marsda TNI Julexi Tambayong sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, serta Mayjen TNI (Mar) Joko Supriyanto sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan.

Reporter: Fachrur Rozie (Liputan6.com)

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.