Keluarga minta Bahrun Naim pulang dan jelaskan tuduhan polisi
Bahrun Naim juga tidak pernah menjadi anggota JAT pimpinan Abu Bakar Ba'asyir.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian, menuding Bahrun Naim sebagai dalang di balik aksi teror di kawasan Jalan M.H. thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) lalu. Bahrun juga diyakini masih terkait dengan kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.
Menanggapi hal itu, adik kandung Bahrun, Dahlan Zaim, meminta kakaknya segera pulang buat menjelaskan kejadian sebenarnya terkait tuduhan itu.
"Untuk mas BN (Bahrun Naim), kami memahami posisi mas sekarang ini. Kami ingin mas pulang dan menjelaskan, mengkonfirmasi hal tersebut," kata Dahlan Zaim saat menggelar jumpa pers di Solo, Selasa (19/1).
Dahlan juga meminta polisi bisa bertindak adil kepada kakak sulungnya itu. Polisi, kata dia, harus memberikan kesempatan Bahrun berbicara supaya tuduhan disematkan kepada kakaknya tidak mengarah kepada fitnah.
Permintaan senada dikemukakan Ketua Dewan Pembina Tim Pembela Muslim (TPM), M Mahendradtta. Dia meminta Bahrun menjelaskan tuduhan Tito.
"Bahrun Naim harus pulang, hadapi secara hukum. Polisi harus memberikan hak bicara, hak pakai pengacara sendiri, bukan pengacara yang dipaksakan. Perlakuan kepada Bahrun Naim juga harus sesuai HAM. Tidak semua pembelaan, tidak semua tuduhan itu benar. Jangan ada ancaman," kata Mahendradatta.
"Silakan saudara Bahrun Naim, kalau dengar, segera pulang, jelaskan. Minta jaminan, tidak disiksa, diintimidasi, dan lain-lain," ucap Mahendradatta.
Sedangkan terkait tuduhan keterlibatan pendiri Jamaah Ansharut Tauhid, Abu Bakar Ba'asyir, Ketua TPM Ahmad Michdan menyatakan sudah mengkonfirmasi langsung.
"Ustaz Abu mengatakan tidak tahu menahu. Bahrun Naim juga tak pernah jadi anggota JAT (Jamaah Ansharut Tauhid). Ustaz tak pernah kenal. Kami tidak tahu keberadaanya, tidak bisa dikonfirmasi," kata Michdan.
Baca juga:
Keluarga yakin rekaman bantahan teror Jakarta suara Bahrun Naim
Bahrun Naim peringatkan teror di Sarinah tak dipandang sebelah mata
Beredar meme pelaku teror bom Sarinah jadi pedagang asongan
Panglima TNI: Rakyat berani hadapi teror, tetap jual sate dan mangga
Polisi sampai pejabat negara heran, warga malah selfie saat ada bom
Rekaman CCTV perlihatkan kronologi & sadisnya aksi teror Sarinah