LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Keluarga Korban Kerusuhan Mei 1998 Tabur Bunga di Mal Klender

Para keluarga korban kerusuhan Mei 1998 menggelar prosesi tabur bunga di Mal Klender, Jakarta Timur, Senin (13/5). Mal Klender yang dulunya bernama Yogya Department Store diduga dibakar secara sengaja dan jumlah korban di bangunan yang kini berganti nama jadi Citra Plaza ini sekitar 200 orang.

2019-05-13 09:30:43
Tragedi Mei 98
Advertisement

Para keluarga korban kerusuhan Mei 1998 menggelar prosesi tabur bunga di Mal Klender, Jakarta Timur, Senin (13/5). Mal Klender yang dulunya bernama Yogya Department Store diduga dibakar secara sengaja dan jumlah korban di bangunan yang kini berganti nama jadi Citra Plaza ini sekitar 200 orang.

Sebelum tabur bunga, puluhan keluarga korban mengheningkan cipta untuk mengenang dan mendoakan orang terkasihnya. Kemudian mereka berkeliling di area mal sembari menabur bunga.

Salah satu keluarga korban yang melakukan tabur bunga adalah Maria Sanu. Anaknya, Stevanus Sanu tewas dalam insiden kebakaran pada Mei 1998 saat berusia 16 tahun. Maria datang berpakaian hitam bermotif tenun dan membawa foto hitam putih Stevanus Sanu.

Advertisement

©2019 Merdeka.com/hari ariyanti

Maria menceritakan, saat kerusuhan terjadi, Stevanus masih duduk di bangku kelas dua SMP. Saat itu Stevanus izin pergi bermain namun tak pernah kembali.

Advertisement

Prosesi ini, kata Maria, telah dilakukan secara rutin selama 21 tahun. Setelah tabur bunga, dilakukan ziarah ke TPU Pondok Rangon tempat para korban kerusuhan dimakamkan secara massal.

Di TPU ini, kata Maria, ada sebuah tugu yang dibangun Pemprov DKI Jakarta di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tugu yang diperuntukkan untuk mengenang para korban.

"Bersyukur (Ahok) mau peduli dengan keluarga korban. Sekarang rapi pemakaman massal Pondok Rangon ada 113 makam," ujarnya.

Maria berharap kasus 1998 segera diselesaikan. "Pemerintah harus bertanggung jawab kepada keluarga korban, karena keluarga korban ini menanti agar kasus 98 diselesaikan," pungkasnya.

Baca juga:
Aktivis 98 Berziarah ke Makam Korban Tragedi Trisakti
Doa dan Tabur Bunga Peringati 21 Tahun Tragedi 12 Mei 1998
Prabowo Mengaku Ikut Sarankan Soeharto Mundur dari Jabatan Presiden
Prabowo-Sandi Punya Solusi 'Move On' Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu
Kivlan Zen Ajak Elemen Bangsa Hilangkan Dendam Demi Rekonsiliasi Nasional
SBY dan Ani Yudhoyono Merasa Terhina dengan Ucapan Agum Gumelar

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.