Keluarga jemput jasad Kapten dr Yanto di Lanud Halim Perdanakusuma
Kapten dr. Yanto pernah bertugas di Grup I Kopassus, Serang, Banten.
Salah satu dari 13 korban jatuhnya helikopter TNI AD di Poso adalah Kapten Corps Kesehatan Militer (CKM) dr Yanto (49). Dia merupakan warga Kampung Sumur, Desa Wanakarta, RT 2/5, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Anak pertama dari lima bersaudara pasangan Sutaryo dan Aipah ini sebelumnya bergabung di Grup I Kopassus, Serang, Banten. Dia lantas menjabat sebagai Dokter Komite Medik Rumah Sakit Tk IV Kencana Serang, Banten, selama enam tahun.
Pantauan di rumah duka, terlihat banyak karangan bunga berjejer di depan halaman. Puluhan anggota TNI dari Grup I Kopassus Serang mendatangi rumah korban buat melayat. Namun, keluarga korban tidak berada di kediamannya. Mereka kabarnya pergi ke Bandara Halim Perdanakusuma buat menjemput jasad Yanto yang diterbangkan dari Makassar.
"Semua keluarganya ke Halim dari jam 10.00 WIB. Rumahnya cuma ditunggu oleh tetangga," kata tetangga korban, Khoirudin, Senin (21/3).
Menurut Khoirudin, pihak keluarga telah mengetahui kabar meninggalnya Yanto sejak semalam. Kemudian, para tetangga langsung membantu keluarga korban memasang tenda dan bendera kuning di rumah duka.
Baca juga:
Ayah Pratu Bangkit ke Jakarta minta jasad anaknya dikubur di Cilacap
Kolonel Ontang dikenal baik dengan keluarga dan tetangga
Sudah digali, makam Lettu Wiradhy di Bekasi gagal dipakai
Seluruh jenazah korban heli jatuh di Poso diterbangkan ke Jakarta
Sebelum bertugas, Kolonel Heri minta keluarga bingkai fotonya