Keluarga Co-Pilot asal Prancis belum serahkan data antemortem
Tim SAR terus berkomunikasi dengan Kedubes Prancis di Jakarta demi mendapatkan data antemortem tersebut.
Tim Disaster Victim Investigation (DVI) hampir menyelesaikan kebutuhan data antemortem untuk proses identifikasi para korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Dari 162 orang korban, 161 data antemortem sudah terpenuhi, masih kurang satu data yang masih diusahakan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiono mengungkapkan, tinggal satu data atas nama Remi Emanuel Flash yang masih belum terselesaikan.
"Dari jumlah korban sebanyak 162 penumpang yang terdiri 155 penumpang dan 7 kru pesawat, data antemortemnya sudah selesai 161 orang. Masih kurang satu, atas nama Remi Emanuel Flash yang data antemortemnya belum selesai," katanya di Polda Jatim, Kamis (1/1/2015).
Awi menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk kedutaan Prancis untuk mendapatkan data antemortem yang kurang. "Prosesnya sedang dijalankan, komunikasi terus dilakukan," katanya.
Sementara terkait dengan proses pemeriksaan DNA sudah terselesaikan 107 orang. Masih ada kekurangan untuk 55 orang. Proses masih terus berjalan hingga selesai secara keseluruhan.
Malam ini, sekitar pukul 21.15 WIB telah datang 2 jenazah korban dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Total sudah ada 8 jenazah yang ditangani proses pengidentifikasian dan satu sudah diserahkan pada keluarga, atas nama Hayati Lutfiah Hamid.
"Malam ini langsung proses identifikasinya ditangani, semoga akan ada lagi yang berhasil diselesaikan," katanya.
Baca juga:
Mengintip latihan 'hellweek' Kopaska TNI AL yang bikin merinding
Panglima Koarmabar semangati pasukan penyelam di KRI Banda Aceh
Identitas 7 jenazah AirAsia diupayakan selesai malam ini
Begini cara kerja tim DVI Pangkalanbun cegah mayat membusuk