LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kelompok terafiliasi ISIS, selama ini tidur dan menunggu waktu bergerak

Kedua pelaku hafal Pancasila tetapi benci dengan dasar negara itu. Mereka ingin mengubah Pancasila menjadi khilafah sebagai target perjuangannya. Bagi keduanya, semua orang yang di luar kelompoknya adalah kafir. Terkhusus bagi polisi, mereka anggap sebagai kafir harbi atau kafir musuh utama yang harus dimusnahkan.

2018-05-15 17:47:56
ISIS di Indonesia
Advertisement

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sempat berbincang panjang lebar dengan dua terduga teroris asal Riau yang ditangkap di Palembang, kemarin. Keduanya menyebut polisi sebagai kafir harbi yang harus dimusnahkan.

Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Palembang, Zulkarnain menceritakan kronologi penangkapan dan hasil obrolannya dengan kedua pelaku berinisial HS alias AA dan HH alias AA. Keduanya mengubah nama setelah masuk dalam kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Dari obrolannya itu, Zulkarnain menyebut kedua pelaku hafal Pancasila tetapi benci dengan dasar negara itu. Mereka ingin mengubah Pancasila menjadi khilafah sebagai target perjuangannya.

Advertisement

"Saya tanya hafal Pancasila, ya mereka hafal Pancasila, tapi tidak Pancasilais, sangat tidak senang dengan Pancasila. Saya bilang sama mereka sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa, artinya kita beragama. Mereka ngotot, jadi saya anggap mereka bebel, mungkin mereka juga anggap saya bebel," ungkap Zulkarnain, Selasa (15/5).

Zulkarnain mengatakan, mereka mengaku menganut paham salafiyah melalui pengajian. Mereka juga belajar tentang agama dari internet sehingga mudah mengikuti ajaran sesat.

"Mereka pahamnya salafiyah, katanya. Tapi saya kira tidak ada kaitannya dengan agama," ujarnya.

Advertisement

Bagi keduanya, semua orang yang di luar kelompoknya adalah kafir. Terkhusus bagi polisi, mereka anggap sebagai kafir harbi atau kafir musuh utama yang harus dimusnahkan.

"Tapi mereka beraksi tidak sembunyi-sembunyi, harus berhadapan, misalnya mau ngebom," kata dia.

Zulkarnain menambahkan, selama ini kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS ini berdiam diri dan tetap seperti warga biasa. Setelah kerusuhan di Mako Brimob, mereka keluar dan bermaksud melakukan amaliah.

"Selama ini mereka sleeping sel, senyap, tidak bergerak, tapi menunggu waktu. Begitu Mako Brimob pecah mereka bergerak," ucapnya.

Baca juga:
Sekarung bahan peledak dan bom rakitan disita dari JAD Surabaya
Polisi musnahkan bom milik pelaku teror Surabaya dan Sidoarjo
Buntut bom Surabaya, Yogya dan Sleman jadi prioritas patroli TNI-Polri
Pasutri terduga teroris di Karangploso Malang dikenal tertutup
Zulkifli Hasan: Lawan teroris bukan saling menyalahkan
2 Teroris ditangkap di Palembang mengaku dimodali pegawai BUMN di Riau

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.