LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Kelompok Intoleransi Getol Mainkan Isu Sensitif Pecah Belah Bangsa

Penyebaran paham radikalisme hingga perekrutan terorisme beberapa kali terjadi di media sosial.

Sabtu, 04 Nov 2023 15:16:00
berita hoaks
Kelompok Intoleransi Getol Mainkan Isu Sensitif Pecah Belah Bangsa (merdeka.com)
Advertisement

Masyarakat jangan sumbu pendek gampang terpancing emosi ketika mendapat informasi di media sosial.

Ilustrasi hoaks, kabar bohong. (Image by Freepik) © 2023 bolacom

Kelompok Intoleransi Getol Mainkan Isu Sensitif Pecah Belah Bangsa, Jangan Sumbu Pendek!

Sebaran konten negatif berupa hoaks dan intoleransi bertebaran di media sosial. Konten seperti itu seringkali menunggangi isu-isu menarik perhatian publik seperti serangan Palestina ke Israel hingga Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rully Nasrullah menjelaskan beberapa penelitian mengungkapkan penyebaran paham radikalisme hingga perekrutan terorisme beberapa kali terjadi di media sosial.

Kelompok ini, kata Ruly, melakukan profiling untuk menggaet simpatisan baru dengan menunggu momen yang tepat untuk melempar sebuah isu yang dibungkus dengan kebohongan.

Menurutnya, baik Pemerintah maupun berbagai lembaga non-pemerintah selalu menyuarakan agar masyarakat berhati-hati dengan berita bohong. Persoalannya penerimaan berita bohong yang sampai pada seseorang akan sangat bergantung pada orang itu sendiri.

"Menurut saya, mudah saja kalau kita mau mencari studi tentang bagaimana agar kita bisa resisten dengan berita bohong dan intoleransi. Materi-materi tersebut saat ini sudah semakin mudah kita dapat melalui internet."

Akademisi Rully Nasrullah

Advertisement

merdekacom

Pada beberapa kasus, lanjut Rully, generasi muda menjadi lebih mudah meyakini berita bohong dan intoleransi karena konten negatif itu masuk melalui lingkaran pergaulan.
Terlebih lagi, hoaks atau berita bohong itu lebih sering menyentuh hal-hal yang sensitif, seperti isu SARA (Suku, Agama, dan Ras).

Hal ini memang ditujukan karena dengan hal-hal sensitif tadi, seseorang atau suatu kelompok dari latar belakang tertentu akan lebih mudah dipancing sisi emosionalnya.

Penulis buku berjudul Manajemen Komunikasi Digital ini menerangkan, jika sudah seperti ini maka akan semakin sulit melakukan pendekatan logis untuk mendinginkan suasana. Walaupun demikian, harus ada upaya mencegah orang atau kelompok tertentu yang telah termotivasi melakukan tindakan melawan hukum. 

Advertisement

"Kalau saya melihatnya, sejahat-jahatnya orang, kalau agamanya disinggung atau di-framing secara negatif pasti sisi emosionalnya akan muncul. Mudahnya menelan mentah-mentah isu sensitif yang dimainkan kelompok tertentu membuat banyak orang jadi sumbu pendek atau mudah marah dan seolah merasa perlu untuk memberikan reaksi secara cepat."

Rully menambahkan

Menkominfo Budi Arie (tengah) dalam konferensi pers terkait pemberantasan hoaks jelang Pemilu 2024 (Kemkominfo TV) © 2023 liputan6

Dia menambahkan, sebenarnya dari sisi Pemerintah sudah banyak melancarkan upaya penangkalan penyebaran konten hoaks. Di Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), mereka juga merancang etika bermedia sosial yang telah disosialisasikan baik secara online maupun offline.

Advertisement

"Bahkan di banyak media massa skala nasional sudah ikut pelatihan langsung dari Google bagaimana memverifikasi informasi. Jadi fact checker itu sudah dilakukan oleh banyak pihak"

tandas Rully yang gencar mengingatkan generasi muda tak mudah termakan informasi bohong.

Berita Terbaru
  • Guru SD Ini Dua Kali Cabuli Siswi di Lingkungan Sekolah, Pelaku Ancam Korban Tak Melaporkan Aksinya
  • 4 Fakta Unik Film Tomb Raider, Sukses Gabungkan Konflik Masa Lalu di Vidio
  • Relevansi Jexi dengan Perkembangan AI Saat Ini, Sindiran Ketergantungan Teknologi Modern yang Kini Hadir di Vidio
  • Peruri Perkuat Sinergi BUMN Garap Program Blue Impact di Lampung Selatan
  • Fakta Menarik Series Saiyo Sakato, Sengketa Warisan Kuliner yang Kini Hadir di Vidio
  • berita hoaks
  • hoax
  • intoleransi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Didi Syafirdi Swartha
M
Reporter Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.