LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kelompok begal kini ubah pola aksi, langsung main tembak korban

Senjata api yang digunakan oleh para pelaku pidana jalanan memang banyak diperoleh dari kawasan Lampung. Pihak Kepolisian sebenarnya juga telah melakukan tindakan nyata untuk menekan peredarannya.

2018-07-09 17:19:39
Begal Motor
Advertisement

Praktik kejahatan jalanan (begal) kian mengerikan. Pelaku tak segan melukai korban bahkan menghilangkan nyawa.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, mengatakan ada pergeseran pola kelompok begal beraksi. "Kalau dulu polanya begal motor itu kalau dia nggak dapat barangnya, dia nodong dengan senjata tajam, senjata api. Kalau sekarang tidak ada nodong-nodong lagi, langsung dia tembak," tutur Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/7).

Setyo menyebut, senjata api yang digunakan oleh para pelaku pidana jalanan memang banyak diperoleh dari kawasan Lampung. Pihak Kepolisian sebenarnya juga telah melakukan tindakan nyata untuk menekan peredarannya.

Advertisement

"Senjata yang beredar di begal-begal itu senjata rakitan. Dia tidak bisa didata karena tidak masuk dalam data pengawasan badan intelijen keamanan. Yang di Baintelkam itu pabrikan, ada serinya nomornya, surat-surat jelas, termasuk yang dipakai perbakin," jelas dia.

Berdasarkan penelitian, biasanya para penjual senjata api rakitan di Lampung menggunakan metode pemasaran lewat sopir truk dan pengemudi angkutan barang yang melintas. Mereka menjual di kisaran harga Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta dan mendapat tiga sampai lima butir peluru.

"Yang penting untuk penyebaran senjata rakitan ini, informasi dari masyarakat (perlu). Pembuat-pembuat senjata rakitan itu yang tahu masyarakat. Saya mohon cepat lapor (saat mengetahui). Kalau cepat lapor, pasti cepat ditangani. Kalau nggak ada yang lapor, polisi tahu, cuma cukup lama," ujar Setyo.

Advertisement

Selain aktif melaporkan jika mengetahui adanya peredaran dan penjualan senjata api di daerahnya, polisi juga mengimbau masyarakat agar dapat waspada. Termasuk juga bijaksana dalam menampilkan barang berharga di muka umum.

"Pakai perhiasan yang tidak perlu lah naik bis kota. Pakai kalung, gelang. Selama itu ada kesempatan, pasti orang yang tidak punya niat pun akan terpancing. Itu teori klasik," jelas Setyo.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pencuri dan penadah MacBook Staf Kepresidenan tewas ditembak
Senpi begal penembak wanita di Tangerang rakitan dari Lampung
Polres Jakbar tangkap komplotan rampok anak buah Moeldoko
Kapolres Jakbar: Tenaga ahli KSP bukan dibegal tapi modus kempes ban
3 Aksi begal di Indonesia mengerikan, perkosa dan bunuh korban
Begal tak tahu harga, sepeda seharga Rp 40 juta dijual cuma Rp 1 juta
Jelang Asian Games 2018, Kapolda Sumsel ancam copot kapolres gagal basmi begal

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.