LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kelakuan parah remaja sampai kelewat batas bikin hati panas

Sebagai generasi penerus, para remaja seharusnya banyak mengisi kegiatannya dengan hal-hal yang positif

2016-06-17 09:15:00
Kenakalan Remaja
Advertisement

Banyak orang bilang bahwa masa-masa remaja merupakan hal paling indah. Mereka bisa melakukan apa saja, dari perbuatan positif maupun negatif sekalipun.

Di Indonesia, masih sering terdengar kabar adanya remaja berprestasi. Namun, mereka berkelakuan kelewat batas juga makin bertambah. Apalagi perbuatan dilakukannya makin ugal-ugalan.

Para remaja kelewat batas ini biasanya mendadak tenar karena berbuat onar. Ditambah pesatnya perkembangan dunia digital, pelbagai aksi mereka makin cepat diketahui publik.

Alangkah lebih baiknya bila para remaja ini perbanyak melakukan kegiatan positif. Sedikit bandel boleh saja, namun tetap dalam koridornya. Bila sudah kelewat batas, tentu mereka harus siap menerima segala sanksinya.

Berikut kelakuan para remaja kelewat batas bikin hati panas, Jumat (17/6):

Advertisement

Advertisement

Baca juga:
Ganggu ketertiban umum, 25 muda-mudi diamankan Satpol PP
Empat guru ini hamil usai bersetubuh dengan murid di bawah umur
Perbuatan mesum pelajar di Riau terbongkar gara-gara SMS
Banyak siswa SD hingga SMA di Painan kecanduan 'ngelem'
Kenapa Warnet selalu jadi tempat mesum pelajar?

Foto berpose injak Alquran

Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), memeriksa pelaku yang diduga menginjak Alquran, Kapry Nanda (20) dan seorang temannya yang memasukkan foto ke media sosial Facebook, Andri (21).

Sebelumnya pada Rabu (15/6) pagi, pelaku melakukan pertemuan di kantor wali nagari Sungai Air dengan Wakapolres, Kompilasi Rendra Eko Cahyono, Kepala Satuan Intelkam, AKP Muzhendra, Camat Sungai Air, Saifuddin, Wali Nagari (kepala desa) Sungai Aua, Erwin Lubis dan sejumlah tokoh masyarakat dalam rangka mengantisipasi amukan massa terhadap dugaan perbuatan pelaku.

"Benar, kami melakukan pertemuan dengan pelaku untuk mendengarkan keterangannya," kata Wali Nagari, Erwin Lubis dilansir dari Antara, Kamis (16/6).

Ia menyebutkan pelaku Kapry Nanda dikenal selama ini di kampungnya tidak bermasalah. Namun, ia berubah karena terpengaruh lingkungan dan pergaulan.

Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), memeriksa pelaku yang diduga menginjak Alquran, Kapry Nanda (20) dan seorang temannya yang memasukkan foto ke media sosial Facebook, Andri (21).

Sebelumnya pada Rabu (15/6) pagi, pelaku melakukan pertemuan di kantor wali nagari Sungai Air dengan Wakapolres, Kompilasi Rendra Eko Cahyono, Kepala Satuan Intelkam, AKP Muzhendra, Camat Sungai Air, Saifuddin, Wali Nagari (kepala desa) Sungai Aua, Erwin Lubis dan sejumlah tokoh masyarakat dalam rangka mengantisipasi amukan massa terhadap dugaan perbuatan pelaku.

"Benar, kami melakukan pertemuan dengan pelaku untuk mendengarkan keterangannya," kata Wali Nagari, Erwin Lubis dilansir dari Antara, Kamis (16/6).

Ia menyebutkan pelaku Kapry Nanda dikenal selama ini di kampungnya tidak bermasalah. Namun, ia berubah karena terpengaruh lingkungan dan pergaulan.

Salat telanjang di lampu merah

Foto delapan remaja menirukan gerakan salat di jalur penyeberangan zebra cross Simpang Lima Kota Bengkulu beredar di media sosial. Tiga Foto yang diunggah Rizqy dengan akun facebook bernama Rizqy Zhoon (Bos Boncel) nampak mereka berada di tengah pengendara yang sedang menunggu lampu merah.

Para remaja tersebut, berfoto tidak memakai baju, bercelana pendek, bersepatu dan memakai pakaian yang tidak seharusnya untuk digunakan salat.

Dua orang dari remaja yang dikritik oleh pengguna media sosial di Indonesia itu terdaftar sebagai pelajar di sekolah menengah kejuruan di Kota Bengkulu.

Majelis Ulama Provinsi Bengkulu mengecam sejumlah remaja yang berpose dengan meniru gerakan salat yang dilakukan di tengah keramaian pusat Kota Bengkulu. Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bengkulu, Zulkarnain Dali mengatakan tindakan tersebut masuk dalam pelecehan agama.

"Kalau salat itu ada syarat rukun dan cara yang sesuai aturan. Tempat harus suci, menghadap kiblat," kata Zulkarnain dikutip dari Antara, Kamis (21/1).

Suka mabuk usai pulang sekolah

Kelakuan kelima siswi berseragam pramuka ini bikin geleng-geleng kepala. Bukannya pulang ke rumah atau belajar kelompok, mereka justru menenggak miras hingga mabuk.

Dikutip dari akun Facebook Oblo Organisasi Botjah LaliOma, Rabu (16/12/2015), ulah mereka terekam dalam video berdurasi 5 menit 11 detik dan tersebar luas ke media sosial. Tak sedikit pengguna medsos yang mencerca kelakuan kelima siswi tersebut.

Satu dari kelima siswi bertugas membagi-bagikan miras ke dalam tutup botol miras jenis Colombus Whiskey, termasuk pembuat video. Bahkan, mereka nampak teler.

Sejak diunggah, video ini telah ditonton sebanyak 140.423 kali dan mendapat 638 komentar. Sebanyak 3.200 pengguna Facebook membagi-bagikannya ke linimasa-nya masing-masing.

Tidak diketahui lokasi kelima siswi tersebut menggelar pesta miras. Namun, video tersebut menjadi perbincangan hangat netizen.

Bolos sekolah buat mesum di warnet

Sekitar 12 pelajar terjaring razia Satpol PP Surabaya di beberapa warnet di kawasan Jalan Ploso Baru, Rabu, pada saat jam sekolah berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Pelajar yang kena razia kemudian diberikan sanksi.

"Rambutnya kita potong pendek agar mereka jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu pihak sekolah dan orangtua mereka juga kita datangkan. Si anak juga buat surat pernyataan," kata Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto, seperti dilansir Antara, Rabu (7/1).

Menurut dia, saat dirazia, para pelajar mayoritas sedang asyik bermain-main di dunia maya serta masih mengenakan seragam sekolah. Bahkan ada yang kedapatan ada siswa dan siswi sedang berpelukan mesra saat dirazia.

Para ABG tersebut dirazia saat berada di warnet Master, warnet Sentro dan warnet Point.Net. Mereka berasal dari berbagai sekolah, antara lain SMP Giki 2, SMK Bakti Samudra, SMA PGRI 4, SMK PGRI 3, SMKN 8, SMK Berdikari 1, SMP PGRI 1, SMK 45, SMK Bubutan, SMA Muhammadiyah 7.

(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.