LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kekeringan, puluhan desa di Boyolali krisis air bersih

Kekeringan, puluhan desa di Boyolali krisis air bersih. Sedikitnya 40 desa di 4 kecamatan lereng Gunung Merapi dilanda krisis air bersih. Keempat kecamatan adalah Wonosegoro, Cepogo, Kemusu, dan Juwangi. Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung menuturkan, wilayah yang mengalami krisis air bersih, masih bisa diatasi.

2017-07-27 14:07:34
Kekeringan
Advertisement

Musim kemarau yang terjadi akhir-akhir ini membuat puluhan desa di Kabupaten Boyolali, mengalami kekeringan. Sedikitnya 40 desa di 4 kecamatan lereng Gunung Merapi itu dilanda krisis air bersih

Keempat kecamatan tersebut adalah Wonosegoro, Cepogo, Kemusu, dan Juwangi. Pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bahkan telah menetapkan siaga kekeringan sejak 1 Juli lalu.

Camat Kemusu, Supana mengemukakan, ‎dari 13 desa di wilayahnya, rata-rata mulai mengalami kelangkaan air bersih. Lima desa di antaranya memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Advertisement

"Kekeringan ini selalu berulang tiap tahun pada musim kemarau Warga biasanya mencari mata air di sungai, atau membuat sumur baru di tengah ladang," katanya, Kamis (28/7).

Supana menambahkan, saat ini sumur tersebut masih mengeluarkan air, namun pada pertengahan bulan Agustus, biasanya sudah tidak ada lagi sumber air.

"Saya harap dalam waktu dekat ada bantuan dropping air bersih dari Pemkab, BPBD, Bakorwil II Surakarta, ataupun dari lembaga lain. Kecamatan, sebenarnya sudah mengusulkan pembuatan embung di desa-desa rawan krisis air, namun Pemkab Boyolali belum merealisasikan," keluhnya.

Advertisement

Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung membenarkan kondisi yang terjadi di wilayahnya tersebut. Namun sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih, masih bisa ditangani.

"Sampai sekarang belum ada permintaan droping air. Artinya, warga masih belum terlalu kekurangan air bersih," ujar Bambang.

Bambang menambahkan setiap kemarau panjang, biasanya ada 42 desa di 6 kecamatan di Boyolali, yang menjadi langganan krisis air bersih. Ke 42 desa tersebut tersebar di 6 kecamatan.

"Pemkab Boyolali dan BPBD lebih menekankan solusi permanen. Kami sudah membangun beberapa embung di daerah rawan kekeringan sehingga bisa membantu warga mengatasi kekurangan air," jelas Bambang.

Bambang mengaku sudah berkoordinasi dengan bupati dan para camat untuk menangani masalah krisis air bersih. Diantaranya dengan mengajukan anggaran sebesar Rp 200 juta ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat melalui BNPB Provinsi.

"Kalau ada permintaan bantuan air bersih, kami berkoordinasi dengan PDAM, PMI, Bagian Kesra Setda Boyolali, serta Bakorwil II Surakarta," jelasnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.