Kejiwaan normal, penerobos Polresta Samarinda dibolehkan pulang
Andi masuk perawatan dan menginap di RS Atma Husada Mahakam, sejak Minggu (3/6) sore kemarin. Sore tadi, dia dijemput orangtuanya, Kosim Sukandar (61) dan kembali pulang ke rumahnya.
Pria penerobos Polresta Samarinda, Andi Kosasih (32), beres menjalani observasi kejiwaan di RS Atma Husada Mahakam, Samarinda. Hasilnya, Andi tidak terindikasi mengidap gangguan kejiwaan.
Andi masuk perawatan dan menginap di RS Atma Husada Mahakam, sejak Minggu (3/6) sore kemarin. Sore tadi, dia dijemput orangtuanya, Kosim Sukandar (61) dan kembali pulang ke rumahnya.
"Hasilnya, anak saya kejiwaannya normal saja Pak. Alhamdulillah sudah pulang sekarang," kata Kosim, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (4/6).
Selama di rumah sakit yang dikhususkan bagi pengidap gangguan kejiwaan, Andi diinapkan untuk memudahkan keperluan observasi. Kosim sendiri, tidak khawatir, lantaran dia yakin putranya itu memang sehat.
"Iya, anak saya sempat nginap. Hasilnya dikasih tahu dokter rumah sakit. Alhamdulillah anak saya aman, tidak ada gangguan kejiwaan," ujarnya lagi.
Hasil observasi kejiwaan dari dokter, menurut Kosim, sudah dia sampaikan kembali ke Polresta Samarinda, sesuai pemeriksaan rumah sakit. "Jadi, sudah tidak ada masalah lagi ini Pak. Masalah selesai," terang Kosim.
Pantauan merdeka.com, di Polresta Samarinda, Kapolresta Kombes Pol Vendra Riviyanto, sedang tidak berada di kantornya. Sejumlah personil tim Densus 88 antiteror Polri, menggelar rapat kecil bersama dengan perwira Polresta dan Kapolsekta, hingga pukul 17.00 Wita sore tadi.
Diketahui, pria tak dikenal bertas ransel, menerobos pagar dengan melompati pagar Mapolresta Samarinda, sekitar pukul 09.30 Wita, Sabtu (2/6) pagi. Sempat berteriak takbir, pria itu langsung disergap polisi dan digelandang masuk Polresta untuk diinterogasi. Bahkan, untuk memastikan isi tas AK, Gegana Brimob sempat memeriksa isi tas itu.
Dari barang-barang dalam tas yang dibawa Andi yang kesehariannya sebagai pengrajin gorden itu tidak ditemukan barang mencurigakan. Polisi sempat menduga, Andi mengidap gangguan kejiwaan lantaran nekat menerobos, berbicara tak jelas dan meneriakkan takbir. Namun akhirnya, dipastikan kejiwaan Andi tidak bermasalah.
Baca juga:
Di tahanan, pria penerobos Polresta Samarinda mengamuk dan pukuli polisi
Cerita Kosim orangtua pria penerobos Mapolresta Samarinda
Pipa, palu dan gunting, isi tas pria penerobos Polresta Samarinda
Pria yang terobos pagar Mapolresta Samarinda diduga gangguan jiwa
Lompati pagar, pria mencurigakan terobos penjagaan Polresta Samarinda