LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kehabisan makanan, kera ekor panjang Tinjomoyo masuk permukiman dan kampus Unika

Kera-kera tersebut mulai terlihat di area kampus sejak sebulan terakhir, namun paling banyak hari ini. Agus mengungkapkan kera-kera tersebut mengambil dan merusak pohon pisang yang sudah berbuah.

2018-04-02 22:03:00
Satwa Indonesia
Advertisement

Kawanan kera ekor panjang yang biasa berada di Hutan Wisata Tinjomoyo, masuk ke permukiman dan area kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranoto Semarang. Kera-kera tersebut diperkirakan turun untuk mencari makan.

Penjaga Gedung Pastoral Unika Soegijapranoto, Agus, mengatakan kawanan kera itu sekali datang biasanya berjumlah sekira 20 ekor. "Ada yang berukuran besar, ada juga yang menggendong anak," ujarnya, Senin (2/4).

Kera-kera tersebut mulai terlihat di area kampus sejak sebulan terakhir, namun paling banyak hari ini. Agus mengungkapkan kera-kera tersebut mengambil dan merusak pohon pisang yang sudah berbuah.

Advertisement

"Sempat ada yang masuk ke ruangan juga dan mengambil makanan yang ada di meja," jelasnya.

Rekan Agus, Nina, mengungkapkan ketakutan karena kera-kera tersebut juga sempat berupaya membuka pintu. "Engsel pintu itu ditarik-tarik, tapi kera itu tidak bisa membuka," ucapnya. Sejak melihat ada kawanan kera, semua pintu dan jendela ditutup rapat.

Advertisement

Sementara Suparno, penjaga Hutan Wisata Tinjomoyo, mengungkapkan kera-kera tersebut sering keluar hutan untuk mencari makanan. "Jumlahnya mungkin ada sekitar 200 ekor. Mereka keluar hutan untuk mencari makan jika biji-bijian di dalam hutan mulai susah dicari," paparnya.

Suparno mengatakan luas hutan Tinjomoyo sekira 57 hektare. "Biasanya cuma di dalam. Keluar hingga gerbang cuma sesekali," jelasnya. Meski begitu, Suparno juga sering mendapat laporan dari warga sekitar hutan kalau kera-kera tersebut berada di pemukiman.

"Tapi selama ini kera-kera tersebut hanya mencari makanan. Belum pernah ada laporan sampai menyerang manusia," ucap Agus. Kera-kera Tinjomoyo, lanjutnya, cenderung pasif dan hanya melihat manusia beraktivitas. Mereka hanya mengincar makanan.

Baca juga:
Topeng monyet 'hidup lagi' di Jakarta
Terlihat biasa saja, hewan-hewan ini harganya selangit
Pengunjung dan pedagang di Taman Cerdas Samarinda menjadi korban sengatan tawon
BKSDA Aceh gagalkan penjualan dua kukang lewat media sosial
Kecam insiden Gajah Erin, Menteri Siti ajak warga lindungi hewan langka
Belalai terpotong, ini kisah memilukan gajah kecil Erin
Warga Samarinda tangkap buaya muara di kolam bekas tambang

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.