Kedatangan Wisatawan Asing ke Bali Terus Menggeliat
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, sejak dibukanya penerbangan internasional dari tanggal 3 Februari hingga 22 Maret, tercatat ada sembilan ribu lebih wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berkunjung ke Pulau Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, sejak dibukanya penerbangan internasional dari tanggal 3 Februari hingga 22 Maret, tercatat ada sembilan ribu lebih wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berkunjung ke Pulau Bali.
"Sampai sekarang sembilan ribu lebih dari tanggal 3 Februari sampai 22 Maret, dan paling banyak Australia," kata Pemayun saat dihubungi, Selasa (22/3).
Hal ini juga tidak lepas dari kebijakan visa on arrival (VoA) yang bulai berlaku pada 7 Maret 2022 lalu. Rata-rata kedatangan wisman ke Bali sekitar 100 orang per hari. Namun dengan memperluas penerapan VoA untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dari 23 menjadi 42 negara pihaknya menargetkan kedatangan 200 wisman per hari.
"Untuk saat ini rata-rata 100 wisatawan asing ke Bali. Saya sih optimis berharap seperti itu (200) orang per hari. Tapi sekarang saya tidak tahu kondisi negaranya, tapi yang jelas dengan adanya keterbukaan semakin banyak yang datang," ujarnya.
Wisman yang memegang VoA atau visa kunjungan saat kedatangan mendapatkan waktu tinggal yang lebih singkat, dibandingkan pemegang visa kunjungan wisata B211A.
Izin tinggal kunjungan (ITK) bagi wisman pemegang VoA berlaku selama 30 hari, dan bisa diperpanjang hanya satu kali, dengan jangka waktu tinggal selama 30 hari. Sedangkan visa kunjungan wisata dapat diberikan untuk jangka waktu tinggal 60 hari.
Namun diakui Pemayun, mulai menggeliatnya kedatangan wisman ini belum ada dampak signifikan bagi destinasi wisata di Bali.
"Iya pertama memang tamunya masih terbatas. Mudah-mudahan nanti di Bulan November. Kalau dampaknya masih kita lihat dan nanti kita evaluasi dalam sebulan ini karena masih terbatas tamunya," ujarnya.
Merujuk pada data Dispar Bali pada awal Februari lalu, jumlah wisman di awal tahun 2022 belum ada kedatangan ke Pulau Dewata. Namun di tahun 2021 dari Bulan Januari hingga Desember, ada 51 wisman yang datang ke Bali.
"Kalau data kita per Januari hingga Desember (2021) masih 51 (Wisman). Itu informasinya kita dapat dari BPS. Mereka, kan harus pilah dulu mana yang hanya kru pesawat yang mana wisatawan asing. Tidak hanya bawa paspord langsung dibilang wisatawan. Dipilah dulu," kata Gunandika selaku Kasi Pengembangan Pasar Pariwisata dari Dinas Pariwisata Bali, Senin (7/2) lalu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengakui jumlah wisatawan mancanegara di Bali meningkat pesat.
"Kabar baik lainnya datang dari evaluasi pelaksanaan tanpa karantina di Bali di mana dalam penerapannya dalam satu minggu terakhir, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali meningkat sangat pesat namun dengan tingkat positivity rate PPLN yang rendah, yakni di bawah 1 persen saja," kata Luhut, Senin (14/3).
Meski begitu, pemerintah akan melakukan evaluasi terkait kebijakan nonkarantina. Jika berjalan lancar, akan diterapkan di seluruh Indonesia.
Luhut menambahkan, penerapan VoA juga mampu mendorong peningkatan wisatawan mancanegara yang masuk.
(mdk/cob)