LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kecewanya warga Sampit gagal saksikan gerhana matahari

Walaupun kita tidak bisa menyaksikan langsung gerhana, tapi bisa merasakan kegelapannya.

2016-03-09 12:15:12
Gerhana Matahari Total 2016
Advertisement

Ratusan warga Sampit, Kalimantam Timur harus kecewa lantaran tak bisa menyaksikan fenomena gerhana marahari total lantaran diguyur hujan sejak subuh. Padahal, warga sudah berkumpul di ikon kota Sampit yakni Patung Ikan Jelawat di pinggir Sungai Mentaya yang memang menjadi pusat keramaian menyambut gerhana matahari.

"Walaupun kita tidak bisa menyaksikan langsung gerhana, tapi kita bisa merasakan kegelapannya. Kita jadikan ini sebagai pengingat tentang salah satu kekuasaan Allah. Dalam Islam, kita disunnahkan melaksanakan salat kusuf," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia Kotawaringin Timur (MUI Kotim) KH Abdul Hadi Riduan saat pelaksanaan shalat kusuf di Sampit, Rabu (9/3) seperti dilansir Antara.

Seluruh mata memandang ke arah sungai dimana matahari terbit. Sayangnya, peristiwa tersebut tertutup awan tebal lantaran guyuran hujan, padahal gerhana matahari di kota ini terjadi mulai pukul 06.23 Wib.

Advertisement

Tanda-tanda gerhana matahari total hanya dapat dirasakan masyarakat di daerah ini saat puncaknya pada pukul 07.27 Wib. Langit menjadi gelap gulita seperti malam hari sekitar 2,08 menit, menandakan gerhana matahari total sedang terjadi.

Sontak, shalawat Nabi memuji kebesaran Allah SWT pun bergema di sekitar lokasi. Warga hikmat menyaksikan fenomena alam yang langka itu.

"Fenomena alam ini kita maknai untuk memperkuat keimanan kita kepada Allah dan meningkatkan amal ibadah. Walaupun kita tidak bisa melihat gerhana secara langsung, tapi kita tadi bisa merasakannya," kata Bupati H Supian Hadi.

Advertisement

Hujan ringan yang masih mengguyur Sampit tidak menyurutkan antusias masyarakat. Mereka masih memadati kawasan Patung Jelawat untuk menyaksikan pertunjukan tarian tradisional Dayak pesisir dan pedalaman. Kehadiran pesulap kondang Pak Tarno, makin meramaikan suasana.

Baca juga:
Adu balap para nelayan Belitung usai gerhana matahari
Di Sunda, gerhana dimaknai kegalauan antara bumi dan matahari
Demi menanti gerhana matahari, warga Minahasa Utara rela berkemah
Bicara soal gerhana, Gus Ipul bercerita tentang Batara Kala
Di Manggar, gerhana bisa kalah oleh kopi

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.