LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kecewa polisi, korban pencurian pilih lapor dukun

"Saya memang tidak mau lapor ke polisi. Saya pernah lapor tidak ada hasilnya sampai sekarang," kata Yeni.

2012-07-11 14:11:03
Pencurian
Advertisement

Kecewa dengan kinerja polisi, Yeni Malinda Dewi, enggan melapor ke polisi saat kali kedua rumahnya dibobol pencuri. Perempuan 34 tahun ini justru memilih lapor ke paranormal alias dukun, untuk mendeteksi keberadaan si pencuri.

Ibu putra satu ini mengaku lebih yakin petuah seorang dukun mampu menyelesaikan kasus pencurian ketimbang lewat jalur hukum. Dia menyebut paranormal adalah si 'orang pintar' tidak seperti polisi, yang selalu gagal menyelesaikan persoalan.

"Saya memang tidak mau lapor ke polisi. Karena saya sudah pernah lakukan itu (laporan) dan tidak ada hasilnya sampai sekarang," kelauh Yeni, Rabu (11/7).

Dia menceritakan, kasus pencurian yang kali kedua dialaminya ini, dia hanya kehilangan satu buah komputer jinjing atau laptop. Meski tidak terlalu berharga, dirinya tetap saja shock atas kejadian tersebut.

"Kejadian itu terjadi antara pukul 06.45 hingga 07.45 WIB. Saat itu, saya baru saja mengantarkan anak ke sekolah," ujarnya.

Dalam kasus pembobolan rumahnya yang kali ke dua ini, Yeni mengaku ada kejanggalan. Sebab, saat pulang usai mengantarkan anak, pintu pagar yang yang semula terkunci dengan gembok, sudah terbuka. Posisi gembok, tergantung diatas pagar, dan tidak ada kerusakan. Pun begitu dengan kondisi pintu utama.

"Kalau pintu dalam memang tidak bisa dikunci. Kuncinya rusak sejak dulu," ungkapnya.

Meski kehilangan laptop, kekecewaan terbesar bukanlah pada kasus ini. Dua tahun lalu, dia juga mengalami kasus yang sama, dengan kerugian yang jauh lebih besar. Tidak hanya itu, pola penanganan dan hasil yang dilakukan oleh jajaran Polsek Jambangan waktu itu, dianggap tidak memuaskan.

"Waktu itu, saya kehilangan satu kotak perhiasan, TV, DVD, dan surat-surat berharga. Polisi sudah datang, tapi hanya foto-foto saja. Saat saya tanya, mengapa tidak dicari sidik jarinya, malah dijawab mau dibawain anjing pelacak. Tapi sampai sekarang, ya tidak ada hasilnya," tuturnya.  

Untuk itulah, meski saat kejadian dia mengaku sudah didatangi petugas berpakaian preman dan memintanya untuk melapor ke kantor polisi, hal itu tetap tidak akan dilakukannya.

"Sudahlah, saya kan sudah ke orang pintar," tegasnya.

Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Jambangan, AKP Ari Priambodo membenarkan adanya kasus tersebut. "Tapi hingga saat ini, korban belum melaporkan kasus tersebut ke kantor. Tapi anggota sudah ada yang turun ke sana," ujarnya singkat.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.