LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kecelakaan pesawat di Halim bukti lemahnya koordinasi di lapangan

"Yang pasti kecelakaan kemarin karena lemahnya koordinasi antara ATC, Pilot dan pengemudi yang menarik pesawat."

2016-04-05 12:47:00
Kecelakaan
Advertisement

Kecelakaan antara Batik Air dan TransNusa di Bandara Halim Perdanakusuma tadi malam dinilai disebabkan oleh lemahnya koordinasi antara ATC, pilot dan pengemudi yang menarik pesawat. Demikian diungkapkan pengamat penerbangan Alvien Lie.

"Yang pasti kecelakaan kemarin karena lemahnya koordinasi antara ATC, Pilot dan pengemudi yang menarik pesawat," ujar Alvien dalam keterangan persnya, Selasa (5/4).

Alvien pun menyayangkan sikap Menteri Perhubungan Ignatius Jonan yang langsung menyalahkan PT Angkasa Pura II terkait insiden tersebut. "Jonan tergesa-gesa, menuding AP2 salah. Harusnya, sebagai menteri dia bisa menahan diri," tuturnya.

Advertisement

Peristiwa itu, lanjut Alvien, tidak terjadi di wilayah Angkasa Pura II, sehingga insiden tersebut tak ada kaitannya dengan AP2. "Walaupun tidak ada GM, kan itu ada Plt. KNKT baru mau mulai bekerja, kenapa Jonan langsung menyalahkan," tegasnya.

Alvien menambahkan, seharusnya Jonan mencari penyebab kecelakaan bukan siapa yang salah. "Disini Jonan malah tergopoh-gopoh menyalahkan berbagai pihak," tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan teguran Menhub Jonan salah alamat. Insiden senggolan dua pesawat di runway Halim Perdanakusuma terjadi, Senin (4/4) malam. "Antara peristiwa itu dengan GM tidak ada hubungan langsung," kata Agus Haryadi.

Advertisement

Pihak AP II tidak melihat adanya hubungan antara kecelakaan dengan posisi jabatan GM di Bandara Halim. Sebab untuk urusan kontrol penerbangan, itu berada di otoritas air controller traffic (ATC).

"Karena ini wilayahnya AirNav. Kalau lokasi pengelolaan memang ada di AP II, tapi kalau kontrol udara bagian dari AirNav," jelas Agus.

Menhub Jonan disebut sudah menegur pihak AP II karena 2 minggu Bandara Halim tidak memiliki GM. Pesawat pun ditahan untuk pemeriksaan. "Menhub sudah tegur Angkasa Pura II karena sudah hampir 2 minggu Bandara Halim tidak memiliki GM Bandara karena dimutasi ke Bandara Kualanamu," ujar Kapuskom Kementerian Perhubungan (Kemenhub) JA Barata.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.