LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kecelakaan lalu lintas di Mojokerto mayoritas dari kalangan pelajar

Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Wikha Ardilestanto mengatakan, dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, ada 33 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kalangan pelajar.

2017-03-11 15:35:00
Kecelakaan
Advertisement

Angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Mojokerto kebanyakan dari kalangan pelajar. Data di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto menunjukkan faktor kecelakaan di kalangan pelajar karena human error.

Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Wikha Ardilestanto mengatakan, dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, ada 33 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kalangan pelajar.

"Selama Januari hingga awal Maret 2017 ini, ada 33 kasus kecelakaan pelajar. Dari total kasus kecelakaan di jalan raya sebanyak 152 kasus," kata Wikha, Sabtu (11/3).

Menurutnya, jumlah korban kecelakaan baik yang melibatkan kalangan pelajar dan korban masyarakat umum masih cukup tinggi, yakni sebanyak 200 orang.

"Data kita masih tinggi, selama kurang dari 3 bulan, korban kecelakaan sudah tercatat 200 orang," tambahnya.

AKP Wikha yang baru menjabat Kasatlantas sekitar 1 pekan di Mojokerto ini mengatakan, untuk meminimalisir angka kecelakaan, diperlukan sosialisasi dan pemahaman pada masyarakat. Terutama di kalangan remaja atau pengendara pemula. Sehingga lebih memahami aturan dan tata cara berlalu lintas yang baik dan benar.

"Kita akan melakukan sosialisasi dan pengetahuan bagi para pemula, terutama kalangan pelajar supaya lebih memahami bagaimana berkendara yang baik dan benar sesuai aturan," terangnya.

Masih menurut Wikha, program yang diterapkan tahun ini salah satunya ESQ Riding Goes To School, yang menerapkan sistem pengetahuan teori dan hipnoterapi untuk melatih emotional quotient (EQ) supaya bisa mengendalikan emosinya saat berkendara di jalan raya. Karena rata rata orang lebih banyak menggunakan EQ dari pada intelligence quontinet (IQ).

"Dari hasil penelitian, sehari-hari manusia terutama kalangan anak-anak dan remaja, 80 persen menggunakan EQ (emosionalnya). Sedangkan IQ (kecerdasannya) digunakan hanya 20 persen saja. Makanya kita bungkus dengan kecerdasan spiritual supaya anak anak selamat dalam berlalu lintas," ujarnya.

Pilot project program ESQ Riding dilaksanakan di SMA Negeri 1 Mojosari. Sekitar 100 pelajar diberi sosialisasi bagaimana berkendara di jalan raya yang baik dan benar sesuai aturan. Sebelum melakukan praktik berkendara motor, para siswa ini mengikuti serangkaian hipnoterapi. Mulai dari pemutaran film kecelakaan lalu lintas sampai kemudian korban mengalami dampak negatif seperti cacat dan trauma yang berkepanjangan. Setelah melihat film dokumenter itu, banyak siswa yang menangis seolah masuk dalam cerita yang ada di film tersebut.

"Diharapkan program ini bisa memberikan pemahaman bagi para pelajar supaya lebih menjaga keselamatan saat berkendara di jalan raya. Untuk program ESQ Riding sementara dilaksanakan di sini. Tapi nantinya akan dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya untuk sosialisasi program lalu lintas," tambahnya.

Sementara Siti Sisyah, salah satu siswa SMA Negeri 1 Mojosari yang mengikuti program ESQ Riding berharap, setelah mengikuti program ini dia dan teman-temannya bisa lebih berhati-hati saat berkendara di jalan.

"Saya berharap teman-teman bisa lebih berhati-hati di jalan dan lebih bisa menjaga keselamatannya dan keselamatan orang lain saat di jalan," katanya.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.