LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kebun binatang Solo akan dilengkapi rumah sakit hewan

Rumah sakit hewan ini sekaligus akan dijadikan untuk sarana edukasi dan laboratorium khusus hewan di Jawa Tengah. Dibutuhkan anggaran minimal Rp 165 miliar untuk merevitalisasi total kebun binatang Solo.

2017-02-13 23:03:00
Kebun Binatang
Advertisement

Kebun binatang Solo atau lebih dikenal dengan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) akan dilengkapi fasilitas rumah sakit hewan. Pembangunan rumah sakit tersebut untuk melengkapi fasilitas pendukung dalam rencana revitalisasi TSTJ.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan, pembangunan rumah sakit hewan merupakan penguatan TSTJ sebagai lembaga konservasi.

"Rumah sakit hewan yang akan kita bangun ini sekaligus akan dijadikan untuk sarana edukasi dan laboratorium khusus hewan di Jawa Tengah," ujar Bimo, Senin (13/2).

Advertisement

Dia mencontohkan, untuk tingkatan anak sekolah dasar dan pra sekolah berupa pengenalan satwa. Sedangkan bagi mahasiswa dapat memanfaatkan TSTJ sebagai bahanNpembelajaran atau penelitian. Untuk itu ia akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah yang memiliki jurusan kedokteran hewan.

Untuk penempatan lokasi, rumah sakit hewan dan sarana edukasi serta laboratorium akan ditempatkan di bagian belakang TSTJ.

"Di belakang nanti akan ada rumah sakit satwa, karantina satwa, gudang makanan dan fasilitas penunjang lainnya," katanya.

Advertisement

Guna merealisasi revitalisasikan hal tersebut, manajemen memutuskan untuk membagi seluruh area taman satwa seluas 14 hektar, menjadi 9 zona. Seluruh zona tersebut tertuang dalam rencana induk revitalisasi.

"Nantinya akan ada zona publik, zona plasa permata endemik Indonesia, zona primate, zona pendukung, zona dome burung, zona endemik Indonesia, zona Afrika, area komersial dan zona pedagang usaha kecil menengah (UKM)," jelasnya.

Dia menambahkan, dari lahan TSTJ, masing-masing dua hektare akan diperuntukkan sebagai area komersial dan lahan parkir. Sedangkan 10 hektare lahan sisanya akan digunakan sebagai area konservasi.

"Pembagian zona ini agar pengunjung maupun pengelola lebih nyaman. Masterplan revitalisasi telah disusun Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan telah disesuaikan dengan standar internasional.

"Kami sedang membidik dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mewujudkan rencana revitalisasi tersebut," tandasnya.

Lebih lanjut Bimo menjelaskan, dibutuhkan anggaran minimal Rp 165 miliar untuk merevitalisasi total TSTJ. Pihaknya berharap ada investor yang bersedia menggarap seluruhnya. Namun jika hanya ingin berinvestasi sebagian, pihaknya sudah menyediakan zona-zona khusus tersebut.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.