Kebun apel petani diselimuti abu Bromo, biaya perawatan membengkak
Efek yang diakibatkan dari debu vulkanis, daun dan bunga mengering.
Abu vulkanis dari erupsi Gunung Bromo berdampak pada petani apel di Desa Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Akibat guyuran abu vulkanis, para petani harus mengeluarkan biaya perawatan lebih besar dari biasanya.
Suyanto, petani apel, mengaku mengeluarkan biaya dua kali lipat untuk perawatan kebunnya. Dia harus melakukan biaya penyemprotan dengan intensitas lebih banyak untuk menghilangkan debu yang melekat di tanaman.
"Biaya yang dikeluarkan dua kali lipat. Penyemprotan yang biasanya seminggu sekali menjadi seminggu 3 kali. Untuk lahan 0,5 hektar butuh sekitar Rp 4 juta," katanya di sela memanen apel di Desa Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Senin (11/1).
Efek yang diakibatkan dari debu vulkanis adalah daun dan bunga yang mengering. Guyuran hujan tidak sepenuhnya bisa menghilangkan debu yang melekat. "Dampaknya bisa langsung kelihatan, sehari setelah hujan debu, bunganya langsung kering," katanya.
Dampak langsung memang tidak ada, karena musim hujan membantu membersihkan daun dan batang. Tetapi bunga-bunganya langsung mengering. "Dampaknya ke bunga, sekarang sedang musim bunga. Bunganya jadi langsung mengering," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan oleh petani apel, Adi Jasmani. Lahan seluas 1 hektare miliknya harus disemprot dengan kadar air yang tinggi. "Antisipasinya, sering disemprot dengan kadar air lebih tinggi. Pestisidanya dibuat 2 kali takaran," katanya.
Desa Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo terletak di kaki Bunung Bromo sisi barat. Para petani daerah setempat dikenal sebagai penghasil apel dan sayur-sayuran. Hasil panen apel dikirim ke Jakarta, Solo, Semarang.
Namun sejak seminggu terakhir abu selalu mengguyur wilayah tersebut. Buah apel hasil panen kini terjual dengan harga dalam kisaran Rp 4 Ribu sampai Rp 6 Ribu. "Tiga bulan ke depan baru kelihatan dampaknya. Hampir bisa dipastikan akan gagal panen, akibat bunga rusak," kata Suyanto.
Baca juga:
Ini penampakan erupsi dahsyat Bromo yang memikat wisatawan
Gunung Bromo tetap memikat wisatawan walau sedang erupsi
Debu vulkanik Bromo mulai guyur Malang, warga diimbau pakai masker
Debu vulkanik Bromo guyur Malang, BPBD bagikan ribuan masker
Pagi ini hingga Minggu, Bandara Abdul Rachman Saleh kembali ditutup